Dharmasraya, Galanggang.id – Belum redah gejolak sosial pecah di Nagari Padukuan, Kecamatan Koto Salak, keresahan serupa kini menjalar ke Nagari Banai, Kecamatan Sembilan Koto. Perilaku sejumlah anggota Suku Anak Dalam (SAD) dilaporkan mulai memicu ketegangan dengan masyarakat setempat, Kamis (23/4/2026).

Wali Nagari Banai, Irmandes, mengatakan keresahan warga dipicu ulah sejumlah SAD yang mencoba merusak tanaman masyarakat terutama yang mempunyai pohon durian milik masyarakat yang tengah berbuah.

“Atas laporan masyarakat, kami langsung mendatangi mereka dan memberikan imbauan agar tidak melakukan tindakan tersebut,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah nagari juga meminta kelompok SAD untuk menggeser lokasi pemukiman guna menghindari potensi konflik dengan masyarakat setempat.

“Langkah ini diambil agar tidak terjadi gesekan di kemudian hari,” tambahnya.

Wali Nagari Banai bersama Bamus, Bhabinkamtibmas, Babinsa serta Kepala Jorong dan Tokoh Masyarakat bermediasi dengan SAD/Foto: Ist

Diketahui, pemukiman SAD berada di dua jorong, yakni sekitar 20 kepala keluarga di Jorong Lubuk Pauh dan 5 kepala keluarga di Jorong Padang Hilalang, yang menempati area kebun karet dan sawit milik warga.

Pemerintah nagari mengimbau warga untuk tidak bertindak main hukum sendiri dan tetap melaporkan setiap gangguan melalui jalur resmi agar dapat difasilitasi dengan baik.

Penanganan persoalan ini turut melibatkan Ketua Bamus Nafrianto, Bhabinkamtibmas Alfajri Septian, Babinsa Jonedi Syafri, serta kepala jorong dan tokoh masyarakat setempat guna menjaga situasi tetap kondusif. (Red)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version