
Dharmasraya, Galanggang.id — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dharmasraya memperingati momentum bersejarah 79 tahun berdirinya organisasi mahasiswa tertua di Indonesia dengan menggelar Basic Training (Latihan Kader I).
Kegiatan yang berlangsung pada 6–9 Februari 2026 ini menjadi bukti konsistensi HMI dalam mencetak kader berkualitas di ranah lokal.
Sebagai puncak acara, digelar Malam Ta’aruf di Aula LK I HMI Komisariat UNDHARI. Ajang ini menjadi sarana silaturahmi emosional antara calon kader, kader aktif, hingga para alumni (KAHMI) yang diwarnai dengan tradisi makan bersama.
Ketua Umum HMI Cabang Dharmasraya, Nanda Arfalia Putra, menegaskan bahwa usia ke-79 adalah momentum bagi HMI di Dharmasraya untuk semakin solid dan berdampak bagi masyarakat.
“Di usia ke-79 tahun ini, semoga HMI di Kabupaten Dharmasraya semakin tumbuh, solid, dan memberikan manfaat yang luas. Mari kita kirimkan doa terbaik kepada ayahanda Lafran Pane, pendiri HMI, yang telah mewariskan organisasi dengan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” ujarnya.

Nanda juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh senior dan alumni yang terus menyokong keberlangsungan proses pengkaderan di bumi mekar ini.
Suasana khidmat terasa saat prosesi pemotongan kue ulang tahun. Potongan kue pertama diserahkan kepada Ketua Umum HMI pertama Cabang Dharmasraya, Deniansyah Sayuti, disusul penyerahan kepada Sekretaris Umum MD KAHMI Dharmasraya, Rifdal Fadli, serta para tokoh senior lainnya.
Sekretaris Umum MD KAHMI Dharmasraya, Rifdal Fadli, menyampaikan rasa bangganya atas kerja keras panitia dan pengurus.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Sahabat Yogi Buana Putra yang telah memfasilitasi tempat pelaksanaan kegiatan.
“Terima kasih kepada Pengurus Cabang, Pengurus Komisariat, serta seluruh panitia yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan pengkaderan ini,” tutur Rifdal pada Senin (9/2/2026).
Sementara Irsad Hamid memberikan pesan mendalam bagi para kader muda. Ia mengingatkan bahwa jantung organisasi HMI terletak pada proses pengkaderan yang tidak boleh mati.
Ia mengingatkan bahwa jantung organisasi HMI terletak pada proses pengkaderan yang tidak boleh mati.
“Organisasi kita adalah organisasi berbasis pengkaderan. Jangan sampai proses pengkaderan ini terputus,” tegasnya.
Ia berharap kader HMI Dharmasraya mampu menjadi insan yang memberikan kemaslahatan nyata bagi bangsa dan negara.
Acara ditutup dengan penuh haru lewat lantunan Hymne HMI dan Lagu Syukur, mempertegas tekad pengabdian organisasi yang kini memasuki usia hampir delapan dekade tersebut. (Red)