Penulis: Fadli Aulia Politisi Muda Dharmasraya

Kabupaten Dharmasraya mengukir sejarah menjadi yang pertama di Sumatera Barat dikepalai oleh perempuan, pasangan Annisa Suci Ramadhani dan Leli Arni. Sejarah itu dimulai setelah kemenangan mereka dalam Pilkada 2024.
Satu tahun, tentu, bukan suatu ukuran waktu yang panjang dalam perjalanan pembangunan daerah. Namun, saya meyakini bahwa satu tahun adalah fase yang menentukan. Setahun adalah periode untuk menentukan arah, membangun kepercayaan publik, sekaligus membuktikan komitmen terhadap janji-janji dalam kampanye yang disampaikan kepada masyarakat.
Satu tahun ini seperti yang sama-sama kita saksikan kepemimpinan Annisa berjalan dengan semangat kolaborasi. Berbagai langkah strategis telah dirancang. Tidak hanya berorientasi program jangka pendek, tetapi juga fondasi pembangunan jangka panjang; penataan tata kelola pemerintahan, penguatan pelayanan publik, hingga dorongan terhadap sektor-sektor produktif menjadi bagian dari upaya membangun Dharmasraya yang lebih maju dan berdaya saing.
Fokus utama diarahkan pada Penguatan ekonomi kerakyatan, Inisiasi pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), percepatan pembangunan infrastruktur dasar dan restrukturisasi tata kelola pemerintahan yang bersih.
Tentu, tantangan masih ada. Dinamika ekonomi, kebutuhan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pemberdayaan generasi muda menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diselesaikan. Namun, yang terpenting adalah arah sudah mulai jelas, fondasi sudah mulai diletakkan, dan kepercayaan publik perlahan dibangun melalui kerja nyata.

Sebab kita sepakat bahwa keberhasilan pembangunan tidak ditopang oleh satu pihak apalagi satu orang, maka, dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga. Semangat kebersamaan inilah yang saya lihat perlahan mulai tumbuh dalam pola kepemimpinan saat ini.
Karena pada akhirnya, kepemimpinan bukan melulu tentang jabatan, tetapi juga kebermanfaatan. Bukan tentang hari ini, tetapi tentang masa depan daerah dan generasi mendatang. Satu tahun telah dilalui. Kerja nyata telah dimulai. (*)