Warga Jorong Rura Patontang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat bergotong royong menandu ibu hamil untuk di rujuk melakukan persalinan/Foto: Ist

Pasaman Barat, Galanggang.id — Sebuah video perjuangan warga menandu ibu hamil di kawasan Jorong Rura Patontang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Facebook Idin Prasdana Loebis pada Kamis (14/5/2026).

Kejadian ini memicu keprihatinan luas lantaran kondisi infrastruktur yang menghambat akses kesehatan darurat bagi warga setempat.

Warga terpaksa menandu ibu hamil tersebut sejauh kurang lebih tiga kilometer menggunakan peralatan seadanya berupa bambu sebagai tandu, sedangkan tikar dan kain sarung sebagai penutup tubuh.

Hal ini dilakukan karena akses jalan menuju permukiman hanya berupa jalan setapak menanjak yang diapit hutan, sehingga mustahil dilalui oleh kendaraan roda empat.

Ambulans yang dikerahkan untuk membantu proses persalinan hanya bisa menunggu di titik penjemputan terjauh yang dapat dijangkau oleh kendaraan. Setelah berhasil dievakuasi dari kawasan terpencil tersebut, korban segera dilarikan ke Puskesmas Parit Koto Balingka.

Meski warga telah berupaya maksimal, kabar duka datang dari keterangan Marthyn Roma Sutan Kaliasan yang menyebutkan bahwa bayi yang dikandung tidak dapat diselamatkan. Bayi tersebut meninggal dunia, sementara sang ibu harus dirujuk kembali ke RSUD Jambak untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Dukacita mendalam menyelimuti peristiwa ini, sebagaimana tertulis dalam keterangan yang beredar di media sosial Marthyn Roma Sutan Kaliasan.

“Semoga jadi penolong kelak untuk kedua orang tuanya dan semoga si ibu cepat pulih kembali,” ucapnya.

Kejadian memilukan ini memancing reaksi keras dari warganet yang menyoroti ketimpangan layanan dasar dan infrastruktur jalan di daerah terpencil Pasaman Barat.

Masyarakat berharap pemerintah daerah menjadikan pembangunan akses jalan di wilayah sulit sebagai prioritas utama agar nyawa warga tidak lagi terancam akibat hambatan transportasi saat keadaan darurat kesehatan. (Red)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version