Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
- 57 Kafilah Wakili Sumbar dalam MTQ Nasional XXXI Semarang
- Annisa Suci Ramadhani Dorong Percepatan Distribusi SPPT PBB-P2 2026
- Bupati Dharmasraya Apresiasi Alek Nagari Tebing Tinggi sebagai Penjaga Identitas
- Lantik Pengurus Dekranasda 2025–2030, Bupati Annisa Dorong UMKM Dharmasraya Naik Kelas
- Gelar School Champion Festival, SMPN 1 Koto Besar Buru Bibit Juara se-Kecamatan
- Terima Kunjungan DPR RI, Bupati Tebo Kejar Percepatan Jalan Nasional dan Provinsi
- Infrastruktur Mulus Ekonomi Melaju, Bupati Annisa Percepat Perbaikan Jalan Nasional
- Mensos Gus Ipul Instruksikan RT/RW Perketat Data Bansos Agar Tak Salah Sasaran
Penulis: redaksi galanggang
Oleh: Yeni Diah Sari Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FHEB UNDHARI Menjaga toleransi di tengah perbedaan bukan sekadar etika sosial, melainkan fondasi utama agar sebuah bangsa—terutama yang majemuk seperti Indonesia—tidak runtuh. Toleransi adalah “lem” yang merekatkan berbagai elemen yang berbeda agar tetap menjadi satu kesatuan yang utuh.Berikut adalah beberapa opini kuat mengapa menjaga toleransi itu sangat krusial. Tanpa toleransi, perbedaan (baik agama, suku, maupun ras) sangat mudah dipicu menjadi konflik. Ketegangan yang berujung pada kekerasan sering kali berawal dari rasa tidak menghargai identitas orang lain. Toleransi berfungsi sebagai peredam benturan agar gesekan sosial tidak berubah menjadi api permusuhan. Negara yang damai…
Oleh: Rini Risdiani Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FHEB UNDHARI Generasi Z di tengah dunia yang serba cepat, terkoneksi secara digital, dan penuh tuntutan sosial. Akses informasi yang luas membuat generasi ini lebih sadar akan isu kesehatan mental, keberagaman, dan kondisi sosial di sekitarnya. Namun, di balik keterbukaannya tersebut, Generasi Z juga kerap menghadapi tekanan emosional, perasaan cemas, dan ketidakpastiaan masa depan. Dalam konteks ini, subjective well-being atau kesejahteraan subjektif menjadi aspek penting untuk diperhatikan, dan empati memegang peran besar dalam membentuknya. Subjective well-being merujuk pada bagaimana seseorang menilai kebahagiaan dan kepuasaan hidupnya secara pribadi. Hal ini tidak berkaitan dengan kondisi…
Oleh: Aulia Santika Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FHEB UNDHARI Di era modern yang serba cepat, tuntutan perkerjaan sering kali menyita sebagian besar waktu dan energi seseorang. Target, deadline, serta tekanan untuk selalu produktif membuat banyak orang tanpa sadar mengorbankan hubungan interpersonal baik dengan keluarga, pasangan, maupun teman. Padahal, hubugan sosial yang sehat memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup. Oleh karena itu, manajemen waktu menjadi kunci utama untuk mencapai keseimbangan antara perkerjaan dan hubungan interpersonal. Manajemen waktu bukan sekedar membuat jadwal yang padat, tetapi tentang kemampuan menentukan prioritas. Banyak orang terjebak dalam kesibukan tanpa benar-benar memahami apa…
Oleh: Syarif Hidayat Mahasiswa S1 Manajemen, Fakultas Hukum dan Ekonomi Bisnis, Universitas Dharmas Indonesia Berawal dari seorang anak yang masih duduk di kelas dua SMA. Sejak kecil, hidupnya sudah penuh ujian. Kedua orang tuanya bercerai saat ia masih bayi, sehingga ia dibesarkan oleh ibunya seorang diri. Sejak saat itu, ibunyalah yang menjadi satu-satunya orang tua sekaligus sandaran hidupnya. Di sekolah, ia dikenal sebagai anak yang rajin dan cukup berprestasi, tetapi sangat pendiam. Ia jarang bicara kalau tidak ditanya dan lebih sering menyimpan perasaannya sendiri. Hidup tanpa sosok ayah sejak kecil membuatnya terbiasa menghadapi banyak hal sendirian. Setiap hari, ia berangkat…
Oleh : Wandi Malin (Wartawan Haluan) Ungkapan no viral, no justice kini menjelma menjadi ironi nasional. Ia bukan sekadar jargon media sosial, melainkan refleksi jujur atas cara keadilan bekerja atau justru tak bekerja di negeri ini. Di tingkat nasional, publik berulang kali menyaksikan bagaimana kasus hukum yang semula berjalan lambat tiba-tiba melaju kencang setelah menjadi viral. Penanganan berubah drastis bukan karena munculnya alat bukti baru, melainkan karena sorotan publik yang tak terbendung. Kasus penganiayaan, kekerasan seksual, hingga kejahatan yang melibatkan figur berpengaruh sering kali menunjukkan pola yang sama. Sebelum viral, laporan masyarakat terkatung-katung. Setelah viral, aparat bergerak cepat, konferensi pers…
Oleh: Adli Alfaris Mahasiswa Prodi S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNDHARI Di tengah cepatnya perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi yang tak terhenti, kita sering melupakan bahwa semua yang kita miliki hari ini berasal dari alam. Tanah yang memberinya pangan, udara yang kita hirup, dan air yang kita minum semuanya adalah anugerah yang tidak bisa kita ganti. Menjaga alam bukan hanya kewajiban moral, melainkan investasi mutlak untuk masa depan kita dan generasi mendatang. Tanpa upaya yang serius untuk melindunginya, kita berisiko merusak fondasi kehidupan yang telah menopang manusia selama ribuan tahun. Kerusakan alam yang terjadi di daerah Sumatra Barat, Sumatra Utara,…
Oleh: Aidil Saputra Mahasiswa Prodi S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNDHARI Setiap napas yang kita hirup, air yang kita minum, dan makanan yang kita konsumsi merupakan hasil langsung dari bumi. Alam menyediakan oksigen melalui pepohonan, air melalui sungai dan sumber mata air, serta pangan melalui tanah yang subur. Tanpa kita sadari, sejak membuka mata di pagi hari hingga menutupnya kembali di malam hari, manusia sepenuhnya bergantung pada kebaikan bumi. Namun ironisnya, di balik segala manfaat yang kita terima, kerusakan lingkungan justru semakin hari semakin parah akibat ulah manusia sendiri yang abai terhadap kelestarian alam. Pencemaran udara dan air, penebangan hutan…
Oleh: Muhammad Haikal Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FHEB UNDHARI Dulu, menjadi mahasiswa berarti sibuk dengan forum diskusi di kelas, rapat organisasi, atau setumpuk laporan penelitian di meja perpustakaan. Kini, ruang belajar itu telah berpindah ke layar gawai. Dalam genggaman tangan kita, berjuta wacana dan pengetahuan mengalir tanpa henti—namun juga berjuta kebingungan dan distraksi menyerbu tanpa ampun. Era digital menghadirkan paradoks: di saat kita memiliki kebebasan tak terbatas untuk bersuara, justru semakin sulit menemukan suara yang bermakna. Kita memiliki panggung global dalam bentuk media sosial, tetapi sering kali lupa bahwa setiap unggahan bukan hanya hiburan, melainkan juga tanda dari cara kita…
Oleh: Zopiq Junanda Mahasiswa Prodi S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNDHARI Motivasi merupakan salah satu kekuatan penting dalam kehidupan manusia. Tanpa motivasi, seseorang akan sulit bergerak, berkembang, dan mencapai tujuan hidupnya. Motivasi sering dipahami sebagai semangat yang membuat seseorang ingin terus maju, meskipun menghadapi berbagai rintangan. Namun, dalam realitas kehidupan modern yang penuh tuntutan dan tekanan, motivasi tidak selalu hadir dengan mudah. Banyak orang merasa kehilangan arah, lelah secara mental, dan akhirnya menyerah sebelum benar-benar berusaha maksimal. Di era digital dan serba cepat seperti sekarang, tekanan hidup datang dari berbagai arah. Tuntutan akademik, pekerjaan, kondisi ekonomi, serta ekspektasi sosial membuat…
Oleh: Taymula SabilaMahasiswa Prodi S-1 Kebidanan FIKES UNDHARI Kesehatan mental merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia yang sering kali kurang mendapatkan perhatian dibandingkan kesehatan fisik. Padahal, kesehatan mental sangat berpengaruh terhadap cara seseorang berpikir, bersikap, mengambil keputusan, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Bagi mahasiswa dan remaja, kesehatan mental memiliki peran yang sangat krusial karena berada pada fase perkembangan yang penuh dengan tuntutan akademik, tekanan sosial, serta proses pencarian jati diri. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya kesehatan mental perlu ditingkatkan agar generasi muda mampu menjalani kehidupan secara seimbang dan produktif. Secara faktual, mahasiswa dan remaja sering dihadapkan pada…