Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
- Usut Tuntas! Segera Tangkap dan Adili Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Wakil Koordinator KontraS
- Perkuat Kepedulian dan Kebersamaan di Bulan Ramadan, Pramuka UNP Gelar Pramuka Mengabdi
- Gerak Cepat, Pemkab Dharmasraya Salurkan Bantuan Darurat untuk Ernawati
- Terkendala Administrasi, Ernawati di Koto Tinggi Belum Tersentuh Bantuan Pemerintah
- AJI Padang Launching Posko Pengaduan THR, Dorong Pemenuhan Hak Pekerja Media di Sumbar
- Tim LUPAK Dharmasraya Bekuk Dua Pengedar Sabu, Satu DPO Residivis
- Menolak Imperialisme Platform Global di Tanah Air: Perjanjian Perdagangan RI-AS Ancam Eksistensi Pers Indonesia
- Kunjungi Dharmasraya, Wagub Vasko Ruseimy Bedah Rumah Ibu Muda Penjual Brondolan Sawit
Penulis: redaksi galanggang
Oleh: Sa’ad Hidayatullah Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FHEB UNDHARI Setiap pagi, ketika matahari perlahan menyinari lorong-lorong kampus Universitas Dharmas Indonesia (Undhari), ingatan saya kerap melayang ke rumah di kota kecil saya yang jauh di pedalaman Jambi. Sebagai seorang perantau yang telah dua tahun menempuh pendidikan di Dharmasraya daerah yang dikenal sebagai Ranah Cati Nan Tigo, wilayah multikultural, sekaligus tanah bersejarah para raja kehidupan kampus ini bukan sekadar tentang mengejar gelar akademik, tetapi juga tentang belajar hidup mandiri, menata rindu, dan merajut cita-cita masa depan. Kehidupan perantauan di Undhari perlahan membentuk saya menjadi pribadi yang lebih kuat dan tangguh, meskipun rasa…
Oleh: Nurul Ifan Mahasiswa Prodi S-1 Hukum FHEB UNDHARI Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia modern, termasuk mahasiswa. Kehadirannya bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga ruang berekspresi, sumber informasi, sarana belajar, hingga wadah pembentukan identitas diri. Di kalangan mahasiswa, media sosial seperti Instagram, X (Twitter), TikTok, YouTube, dan WhatsApp tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga berperan besar dalam aktivitas akademik, sosial, dan bahkan politik. Namun, di balik berbagai manfaat tersebut, media sosial juga menyimpan tantangan dan dampak negatif yang perlu disikapi secara bijak. Pertama, media sosial berperan penting sebagai sarana komunikasi dan jejaring sosial…
Oleh: Popi Puspita Mahasiswa Prodi S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNDHARI Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan bangsa dan hak asasi setiap warga negara, sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa akses dan kualitas pendidikan di Indonesia masih terbelah, menciptakan jurang yang dalam antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Hal yang memprihatinkan bagaimana anak-anak di pelosok negeri masih berjuang dengan fasilitas seadanya, guru yang kurang memadai, dan akses yang terbatas untuk meraih impian mereka. Meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya, ketimpangan ini masih mengakar kuat dan berdampak pada rendahnya literasi matematika serta sains di daerah pedesaan, seperti yang…
Oleh: Zaharani Widarta Mahasiswa Prodi S-1 Bahasa Indonesia FKIP UNDHARI Meningkatkan keterampilan literasi pada siswa di era informasi adalah investasi masa depan yang krusial untuk membekali mereka menghadapi kompleksitas dunia, memanfaatkan teknologi secara positif, dan menjadi generasi yang berdaya saing, inovatif, cerdas, kritis, adaptif, dan bertanggung jawab di masa depan, serta berkontribusi bagi masyarakat. Meningkatkan keterampilan literasi pada siswa di era informasi memerlukan pergeseran paradigma dari sekadar “bisa membaca” menjadi “mampu mengolah informasi secara kritis”. Di tengah banjir data dan perkembangan kecerdasan buatan (AI), literasi adalah fondasi utama agar siswa tidak hanya menjadi konsumen pasif, tetapi juga pengguna informasi yang…
Oleh :Rio Alfiandawa Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FHEB UNDHARI Dalam beberapa dekade terakhir, ruang publik Indonesia dipenuhi oleh suara generasi muda. Media sosial dipadati kritik kebijakan, tagar protes, hingga perdebatan politik yang melibatkan mahasiswa dan anak muda dari berbagai latar belakang. Sekilas, fenomena ini terlihat sebagai tanda positif: demokrasi seolah hidup, partisipasi politik meningkat, dan generasi muda tidak lagi dicap sebagai kelompok apatis. Namun, pertanyaan penting yang perlu diajukan adalah, apakah semua keramaian ini benar-benar mencerminkan kesadaran politik yang kritis dan matang? Ataukah justru hanya menjadi euforia digital yang cepat ramai dan cepat pula dilupakan? Media sosial memang menjadi alat…
Oleh: Sumiwati Mahasiswa Prodi S-1 Bahasa Indonesia FKIP UNDHARI Dunia hari ini bergerak dengan kecepatan yang sering kali melampaui kemampuan manusia untuk berhenti dan merenung. Informasi datang tanpa jeda, opini berseliweran dari berbagai arah, dan penilaian dapat terbentuk hanya dalam hitungan detik. Dalam keramaian semacam itu, percaya baik kepada diri sendiri, kepada nilai-nilai yang diyakini, maupun kepada makna hidup sering kali terasa rapuh. Tidak sedikit orang yang akhirnya memilih diam, ragu, bahkan menyerah, karena merasa suaranya tenggelam dalam bising dunia yang tak pernah benar-benar sunyi. Keramaian dunia bukan hanya tentang jumlah manusia, tetapi tentang banjir standar yang dipaksakan. Ukuran bahagia,…
Oleh: Sajad Hartobin Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FHEB UNDHARI Pulau Sumatra dalam beberapa waktu terakhir kembali menjadi sorotan nasional akibat serangkaian bencana alam yang terjadi hampir bersamaan di berbagai wilayah. Banjir besar, tanah longsor, dan banjir bandang melanda sejumlah provinsi, menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan serius terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Peristiwa ini tidak dapat dipandang semata-mata sebagai kejadian alam yang bersifat kebetulan, melainkan sebagai gejala kompleks yang mencerminkan interaksi antara faktor alam, aktivitas manusia, serta kelemahan dalam sistem pengelolaan lingkungan dan kebencanaan. Secara geologis dan klimatologis, Sumatra memang merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana. Pulau ini…
Oleh: Djiwi Sofyandari Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FHEB Undhari Generasi Z adalah generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital dan media sosial yang sangat pesat. Sejak kecil, Generasi Z sudah akrab dengan gawai, internet, dan berbagai aplikasi media sosial. Media sosial bukan hanya digunakan untuk berkomunikasi, tetapi juga menjadi tempat untuk mengekspersikan diri, membangun citra diri, serta mencari pengakuan dari orang lain. Namun, dibalik kemudahan dan keseruannya, penggunaan media sosial yang berlebihan juga memunculkan masalah yang dikenal sebagai kegaulan digital, yang berpengaruh pada kesehatan mental Generasi Z. Kegalauan digital menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa cemas, tidak percaya diri, dan…
Oleh: Resza Wulandari Mahasiswa Prodi S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNDHARI Laut selalu hadir sebagai hamparan biru yang menenangkan mata dan jiwa. Debur ombaknya menjadi musik alam yang menyejukkan, sementara cakrawala yang menyatu dengan langit menghadirkan kesan kebebasan tanpa batas. Bagi banyak orang, laut adalah simbol keindahan, ketenangan, dan tempat pelarian dari hiruk-pikuk kehidupan. Namun, di balik keindahan biru yang kita kagumi, laut menyimpan kesedihan yang kerap luput dari perhatian manusia.Lautan, yang mencakup lebih dari 70% permukaan bumi, adalah sumber kehidupan dan keajaiban. Birunya yang pekat memikat mata, dan kedalamannya menjanjikan misteri yang tak terhitung jumlahnya.Di bawah permukaan yang beriak…
Oleh: Yeni Diah Sari Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FHEB UNDHARI Menjaga toleransi di tengah perbedaan bukan sekadar etika sosial, melainkan fondasi utama agar sebuah bangsa—terutama yang majemuk seperti Indonesia—tidak runtuh. Toleransi adalah “lem” yang merekatkan berbagai elemen yang berbeda agar tetap menjadi satu kesatuan yang utuh.Berikut adalah beberapa opini kuat mengapa menjaga toleransi itu sangat krusial. Tanpa toleransi, perbedaan (baik agama, suku, maupun ras) sangat mudah dipicu menjadi konflik. Ketegangan yang berujung pada kekerasan sering kali berawal dari rasa tidak menghargai identitas orang lain. Toleransi berfungsi sebagai peredam benturan agar gesekan sosial tidak berubah menjadi api permusuhan. Negara yang damai…