
Dharmasraya, Galanggang.id — Wali Nagari Sipangkur, Arif Gumensa, menggelar rapat koordinasi bersama manajemen PT Sumbar Andalas Kencana (SAK) dan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya di kantor nagari setempat, Rabu (4/2/2026).
Rapat ini fokus membahas rencana pembangunan Jembatan Tabek Gadang di Jorong Sipangkur I yang kondisinya kian memprihatinkan.
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut arahan Bupati Dharmasraya untuk mengoptimalkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan guna menutupi keterbatasan anggaran daerah.
“Untuk menutupi defisit anggaran APBD Kabupaten Dharmasraya, salah satu langkah yang ditempuh adalah menggandeng perusahaan di lingkungan sekitar untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakat,” kata Arif Gumensa.
Arif menegaskan bahwa CSR adalah kewajiban konstitusi perusahaan. Ia menyayangkan hingga saat ini kontribusi nyata dari PT SAK belum dirasakan oleh pihak Nagari Sipangkur selama masa jabatannya.
“Sejak saya menjadi Wali Nagari Sipangkur, belum ada menerima realisasi dana CSR dari perusahaan tersebut,” ungkapnya.
Padahal, kondisi Jembatan Tabek Gadang yang masih beralaskan papan dinilai sudah tidak layak dan sangat membahayakan nyawa pelintas.

“Jembatan itu sudah seharusnya diperbaiki, apalagi keluhan masyarakat sering terjadi kecelakaan di sana,” ucapnya.
Senada, tokoh masyarakat Sipangkur, Zainal Datuak Panghulu Mudo, menekankan bahwa jembatan tersebut adalah urat nadi perekonomian yang menghubungkan tiga nagari.
Ia mengingatkan bahwa PT SAK sudah mengeruk keuntungan di wilayah tersebut sejak puluhan tahun silam.
“Masyarakat yang melintas di jembatan ini sering mengalami kecelakaan. Apalagi PT SAK berdiri sejak sekitar tahun 1986, sudah saatnya melayangkan kontribusinya kepada masyarakat,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Daerah melalui Kepala DPMPTSP, Naldi. Ia meminta perusahaan tidak menutup mata terhadap kebutuhan lingkungan sekitar.
“Bupati Dharmasraya selalu berpesan agar seluruh perusahaan dapat memberikan manfaat yang nyata kepada masyarakat,” tegasnya.
Pantauan di lokasi, rapat sempat diwarnai ketegangan saat membahas estimasi biaya pembangunan jembatan yang diprediksi mencapai Rp1 miliar. Pihak PT SAK menilai angka tersebut terlalu besar untuk dialokasikan.
Namun, ketegangan mereda setelah dicapai kesepakatan teknis. Tim teknis dari PT SAK berkomitmen untuk turun langsung ke lapangan guna meninjau kondisi jembatan dan menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang lebih presisi.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh jajaran penting seperti Kepala Dinas PU Zakirman, Sekretaris Baperida Fajar Robie Yunika, Camat Tiumang Marjilis, serta unsur niniak mamak dan tokoh masyarakat setempat. (Red)