
Dharmasraya, Galanggang.id — Bukan kemenangan, melainkan aksi Rava Hendrio yang justru mencuri panggung utama di ajang Drag Bike Suwarnadwipa di Perumahan Bungo Green City, Jambi, Minggu (10/5/2026). Pembalap asal Nagari IV Koto Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya ini tampil bak “setan jalanan” yang terkendali. Motor Honda Beat oranye miliknya langsung ngamuk sejak lampu hijau menyala. Hanya dalam hitungan sepersekian detik, roda depan motor sudah terangkat tinggi dalam wheelie spektakuler.
Yang membuat semua orang terpana bukan wheelie-nya, melainkan cara Rava mengendalikan situasi tersebut. Dengan dingin dan presisi, ia mengatur posisi tubuh, menjaga keseimbangan, lalu menurunkan roda depan kembali ke aspal tanpa kehilangan laju signifikan. Satu kesalahan kecil saja, motor bisa jungkir balik atau kehilangan kendali total.
“Ini bukan soal keberanian biasa. Ini soal skill dan feeling terhadap motor yang sudah sangat matang,” ujar salah seorang kru Team Tagendeng Garage.
Menurut kru, setelan motor Rava memang sengaja dibuat “garang” untuk kelas tersebut. Tenaga yang terlalu melimpah justru menjadi pedang bermata dua. Rava mendominasi lintasan dan meninggalkan lawan-lawannya jauh di belakang. Namun, regulasi Bracket Time yang menuntut ketepatan waktu (bukan kecepatan semata) membuatnya harus rela “break out” — finis lebih cepat dari waktu yang ditargetkan.
Hasilnya, Rava gugur secara teknis. Padahal secara performa, ia jelas adalah yang tercepat di lintasan.
Meski demikian, penampilan Rava justru mendapat standing ovation dari penonton. Banyak yang menyebut ini sebagai salah satu aksi paling impresif sepanjang event.
“Motornya gahar banget, tapi Rava santai aja. Kayak lagi main-main, padahal itu sangat berbahaya,” komentar salah seorang penonton yang merekam momen wheelie tersebut.
Kehadiran Rava Hendrio bersama Team Tagendeng Garage menjadi sinyal kuat bahwa talenta otomotif dari Dharmasraya bukan lagi sekadar peserta, melainkan pembalap yang mampu membuat orang berdecak kagum di level regional.
Meski belum membawa pulang trofi, Rava pulang dengan sesuatu yang jauh lebih berharga: pengakuan dan reputasi sebagai salah satu rider paling berbakat dan berani di antara generasinya. (Red)