Oleh: Djiwi Sofyandari Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FHEB Undhari

Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FHEB Undhari
Generasi Z adalah generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital dan media sosial yang sangat pesat. Sejak kecil, Generasi Z sudah akrab dengan gawai, internet, dan berbagai aplikasi media sosial.
Media sosial bukan hanya digunakan untuk berkomunikasi, tetapi juga menjadi tempat untuk mengekspersikan diri, membangun citra diri, serta mencari pengakuan dari orang lain.
Namun, dibalik kemudahan dan keseruannya, penggunaan media sosial yang berlebihan juga memunculkan masalah yang dikenal sebagai kegaulan digital, yang berpengaruh pada kesehatan mental Generasi Z.
Kegalauan digital menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa cemas, tidak percaya diri, dan tertekan akibat aktivitas di media sosial.
Banyak pengguna media sosial yang hanya menampilkan sisi terbaik dari hidup mereka, seperti pencapaian, penampilan menarik, dan gaya hidup yang terlihat sempurna.
Hal ini sering membuat Generasi Z membandingkan diri mereka dengan orang lain tanpa disadari. Jika perbandingan ini terjadi terus menerus, muncul perasaan tidak puas terhadap diri sendiri, merasa kurang, bahkan takut tertinggal dari orang lain.
Salah satu penyebab utama kegalauan digital adalah kebutuhan akan validasi. Like, komentar, dan jumlah followers sering dianggap sebagai tanda diterima atau tidaknya seseorang di lingkungan sosial. Ketika unggahan tidak mendapat respons yang diharapkan, perasaan kecewa dan stres pun muncul.
Tidak jarang, seseorang merasa tidak cukup baik karena unggahannya sepi respon. Ditambah lagi, sistem algoritma media sosial membuat pengguna ingin terus aktif agar tetap terlihat dan diperhatikan, sehingga perlahan muncul ketergantungan terhadap media sosial.
Selain itu, cyberbullying juga menjadi masalah serius yang dihadapi Generasi Z. Komentar negatif, ejekan, dan ujaran kebencian di media sosial bisa memberikan dampak yang cukup besar bagi kondisi psikologis seseorang.Berbeda dengan perundungan secara langsung, cyberbullying bisa terjadi kapan saja dan sulit untuk dihindari.
Jika terus dialami, hal ini dapat menyebabkan kecemasan berlebihan, depresi, dan menurunnya rasa percaya diri.
Oleh karena itu, lingkungan digital yang tidak sehat dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan mental generasi muda. Meskipun demikian, media sosial tidak selalu berdampak negatif.
Jika digunakan dengan bijak, media sosial justru bisa memberikan banyak manfaat.Media sosial dapat menjadi tempat untuk berbagi pengalaman, mencari dukungan, dan mendapatkan informasi seputar kesehatan mental.
Banyak komunitas yang menyediakan ruang aman bagi Generasi Z untuk mendukung dan merasa tidak sendirian.Dengan penggunaan yang tepat, media sosial bisa membantu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental dan mengurangi stigma terhadap masalah psikologis.
Untuk mengatasi kegaulan digital, pemahaman tentang literasi digital dan kesehatan mental sangat diperlukan.Generasi Z perlu belajar menyaring informasi yang mereka konsumsi serta memahami bahwa tidak semua yang terlihat di media sosial mencerminkan kenyataan.
Sekolah dan kampus juga dapat berperan dengan memberikan edukasi tentang etika bermedia sosial, cara mengelola stres, dan pentingnya menyeimbangkan kehidupan online dan offline.
Dengan begitu, Generasi Z tidak mudah terpengaruhi oleh tekanan sosial di dunia maya. Peran keluarga dan lingkungan sekitar juga sangat penting dalam menjaga kesehatan mental Generasi Z.
Dukungan dari orang tua, teman, dan guru dapat membuat mereka merasa lebih aman dan dihargai. Komunikasi yang terbuka dan penuh empati membantu Generasi Z lebih berani menceritakan masalah yang mereka hadapi.
Selain itu, Generasi Z juga perlu belajar mengenali diri sendiri dan menentukan batas yang sehat saat menggunakan media sosial. Tidak semua trend harus diikuti, dan tidak semua komentar orang lain perlu dipikirkan.
Dengan mengambil jeda sejenak, membatasi penggunaan gawai dan mendorong aktivitas positif di luar media sosial, seperti membaca, berolahraga, mengembangkan hobi atau berkumpul dengan teman secara langsung.
Dengan begitu, Generasi Z dapat membangun hubungan sosial yang lebih nyata, meningkatkan kepercayaan diri, dan menjaga keseimbangan antara kehidupan online dan kehidupan nyata, secara perlahan dan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari mereka sebagai generasi digital modern.
Media sosial sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan Generasi Z dan memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental mereka. Kegaulan digital muncul akibat tekanan sosial, kebutuhan akan pengakuan, dan paparan konten yang sering kali tidak sesuai dengan realitas.
Namun, dengan penggunaan media sosial yang seimbang antara kehidupan digital yang cerdas dan koneksi dunia nyata yang hangat, dampak negatif tersebut dapat dikurangi.
Dengan begitu Generasi Z diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang lebih kuat secara mental dan siap menghadapi tantangan di era digital.