Ernawati warga Nagari Koto Tinggi saat berada di gubuknya/Foto: Tangkapan Layar Video/Ist

Dharmasraya, Galanggang.id – Kisah pilu datang dari Jorong Tanjung Batuang, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya. Seorang wanita bernama Ernawati (48) terpaksa berjuang di tengah keterbatasan ekonomi demi menghidupi kelima anak – anaknyaa di sebuah hunian yang jauh dari kata layak.

Kondisi Ernawati menjadi sorotan publik setelah unggahan video berdurasi 1 menit 17 detik oleh akun Facebook Mega Magek viral. Video tersebut memperlihatkan potret kehidupan keluarga ini yang sangat memprihatinkan, memicu simpati luas dari warganet.

Hengky Kagawa, salah seorang warga Nagari Koto Tinggi, membenarkan bahwa Ernawati kini menjadi tulang punggung keluarga setelah tidak lagi bersama suaminya.

Sebelumnya, keluarga ini diketahui tinggal di Blok B Sitiung 4, Nagari Koto Ranah.

“Anaknya ada lima orang. Satu sudah menikah, empat lagi adiknya. Satu anak laki-laki masih sekolah. Dua anak perempuan bekerja sebagai buruh, dan satu anak perempuan lagi masih berusia enam tahun dan belum masuk sekolah,” ungkapnya

Hengky menambahkan bahwa kondisi pangan keluarga ini sangat mengkhawatirkan. Selain tidak memiliki rumah yang layak, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari pun mereka kesulitan.

“Sekarang ia sudah ditinggal suaminya. Kondisinya cukup memprihatinkan. Ia bahkan tidak memiliki kebutuhan bahan makanan untuk dimasak serta belum mempunyai rumah yang layak untuk tempat berteduh bersama anak-anaknya,” ujarnya.

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Nagari Koto Tinggi memberikan penjelasan terkait status bantuan sosial bagi Ernawati. Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Nagari Koto Tinggi, Ari Bowo, menyebutkan bahwa kendala administrasi kependudukan menjadi penghambat utama pengusulan bantuan resmi.

“Kalau dari pemerintah belum ada bantuan. Kebetulan saya operator DTSEN. Biasanya bisa mengusulkan bantuan PKH dan BPNT. Namun status DTSEN ibu Erna ini belum pindah ke sini, sehingga kami belum bisa mengusulkannya. Kami masih menunggu status DTSEN-nya pindah ke Koto Tinggi terlebih dahulu,” jelas Ari Bowo, Sabtu (14/3/2026).

Meski bantuan pemerintah pusat belum bisa dikucurkan, aksi nyata mulai dilakukan oleh perangkat nagari dan warga setempat. Saat ini, sebuah rumah kayu sederhana berukuran 3×4 meter sedang dibangun secara swadaya untuk tempat bernaung Ernawati.

“Seluruh pembiayaan pembuatan rumah ini dibantu oleh salah satu dermawan dari Koto Tinggi bernama Nanang Basuki. Sementara yang mengerjakan pembangunannya adalah perangkat nagari laki-laki bersama Kepala Jorong,” tambahnya.

Pihak nagari kini membuka pintu bagi para dermawan yang ingin meringankan beban keluarga Ernawati.

“Bagi masyarakat yang ingin membantu bisa menghubungi saya melalui WhatsApp di nomor 0813-7152-8616. Bantuan dapat disalurkan ke Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya,” pungkasnya. (Red)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version