Oleh: Jeky Lesmana Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FHEB UNDHARI

Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FHEB UNDHARI
Anak muda merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki peran sangat penting dalam menentukan arah dan masa depan negara.
Pada usia muda, seseorang umumnya memiliki semangat yang tinggi, tenaga yang kuat, serta pemikiran yang masih segar dan kreatif.
Potensi besar tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk melakukan berbagai hal positif yang dapat membangun diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Namun, pada kenyataannya masih banyak anak muda yang justru menyia-nyiakan masa mudanya dengan perilaku yang tidak memberikan manfaat.
Perilaku seperti berjudi, mabuk-mabukan, dan terlibat dalam perkelahian masih sering ditemukan di tengah masyarakat.
Tindakan-tindakan tersebut tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga berdampak buruk bagi keluarga, lingkungan, bahkan masa depan bangsa.
Salah satu bentuk perilaku negatif yang sering terjadi di kalangan anak muda adalah judi. Judi sering dianggap sebagai jalan pintas untuk mendapatkan uang secara cepat dan mudah tanpa perlu usaha yang besar.
Banyak anak muda tergiur dengan janji kemenangan instan, baik melalui judi konvensional maupun judi online yang semakin mudah diakses.
Padahal, kebiasaan berjudi justru lebih sering membawa kerugian daripada keuntungan. Banyak anak muda yang menghabiskan waktu, tenaga, bahkan harta benda hanya untuk berjudi.
Akibatnya, mereka kehilangan fokus terhadap pendidikan, pekerjaan, dan tanggung jawab lainnya. Tidak jarang pula mereka terjerat utang, melakukan kebohongan, bahkan tindak kriminal demi menutupi kekalahan judi.
Jika kebiasaan ini terus dibiarkan, masa depan anak muda akan hancur sebelum sempat dibangun. Selain judi, mabuk-mabukan juga menjadi masalah serius yang sering melibatkan anak muda.
Minuman keras sering dikonsumsi dengan alasan pergaulan, solidaritas teman, atau sebagai pelarian dari masalah yang dihadapi. Padahal, kebiasaan mabuk dapat merusak kesehatan fisik dan mental.
Konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada organ tubuh, menurunkan daya pikir, serta merusak kepribadian.
Anak muda yang terbiasa mabuk sering kehilangan kendali diri sehingga mudah melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Banyak kasus kecelakaan lalu lintas, kekerasan, dan pelanggaran hukum yang berawal dari kondisi mabuk. Hal ini tentu sangat merugikan, karena satu keputusan buruk dapat mengubah hidup seseorang secara drastis.
Perilaku negatif lainnya yang tidak kalah berbahaya adalah perkelahian atau tawuran. Perkelahian sering dipicu oleh emosi yang tidak terkontrol, masalah sepele, rasa gengsi, atau pengaruh lingkungan pergaulan yang buruk.
Anak muda yang belum matang secara emosional cenderung mudah terpancing provokasi. Akibat perkelahian, banyak yang mengalami luka fisik, trauma psikologis, bahkan kehilangan nyawa.
Selain itu, perkelahian juga dapat berujung pada masalah hukum yang menghambat masa depan pelakunya. Nama baik keluarga dan lingkungan pun ikut tercoreng akibat tindakan tersebut.
Berbagai perilaku negatif tersebut umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya pengawasan dan perhatian dari keluarga, lemahnya pendidikan karakter, serta pengaruh lingkungan sosial yang tidak sehat.
Anak muda yang tumbuh tanpa bimbingan yang baik cenderung mencari pelampiasan di luar rumah. Selain itu, kemajuan teknologi dan media sosial juga dapat menjadi faktor pendukung jika tidak digunakan dengan bijak.
Anak muda yang tidak memiliki tujuan hidup yang jelas akan lebih mudah terjerumus ke dalam pergaulan negatif dan gaya hidup yang tidak bermanfaat.
Oleh karena itu, peran keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat penting dalam membimbing serta mengarahkan anak muda.
Keluarga perlu memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan yang baik. Sekolah harus menanamkan pendidikan karakter, disiplin, dan nilai moral.
Sementara itu, masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan positif anak muda.
Sebagai generasi penerus bangsa, anak muda seharusnya memanfaatkan masa mudanya dengan kegiatan yang positif dan produktif, seperti belajar dengan sungguh-sungguh, mengikuti organisasi, berolahraga, serta mengembangkan bakat dan keterampilan.
Dengan menjalani kehidupan yang bermanfaat, anak muda tidak hanya membangun masa depan diri sendiri, tetapi juga berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Menjauhi judi, mabuk-mabukan, dan perkelahian merupakan langkah awal untuk menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, bertanggung jawab, dan berakhlak baik.
Selain itu, anak muda perlu menyadari bahwa masa muda adalah waktu yang sangat berharga dan tidak akan terulang kembali. Kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri, dan meraih cita-cita terbuka lebar pada usia ini.
Jika masa muda dihabiskan dengan perilaku yang tidak bermanfaat, maka penyesalan akan datang di kemudian hari. Oleh sebab itu, anak muda harus berani berkata tidak terhadap ajakan negatif dan memilih lingkungan pergaulan yang sehat.
Dengan memiliki tujuan hidup yang jelas, sikap disiplin, dan kemauan untuk berubah menjadi lebih baik, anak muda dapat menjalani kehidupan yang bermakna serta menjadi pribadi yang membanggakan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.