Oleh: Aya Rintang Afrina Mahasiswa S1 Manajemen Fakultas Hukum dan Ekonomi Bisnis, Undhari

Aya Rintang Afrina
Mahasiswa S1 Manajemen
Fakultas Hukum dan Ekonomi Bisnis, Undhari

Dalam lingkungan perguruan tinggi, keberhasilan seorang mahasiswa sering kali diukur dari pencapaian akademis seperti indeks prestasi kumulatif dan kelulusan tepat waktu.

Akan tetapi, ukuran tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan keberhasilan pendidikan secara menyeluruh. Pendidikan tinggi seharusnya juga mampu membentuk karakter mahasiswa agar menjadi individu yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki kemampuan sosial yang baik.

Salah satu aspek yang sangat berpengaruh dalam proses ini adalah pengalaman tinggal di asrama. Asrama bukan sekadar tempat tinggal untuk siswa, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun interaksi sosial yang signifikan.

Tinggal bersama di asrama memberikan peluang bagi mahasiswa untuk membentuk hubungan sosial yang lebih luas dan mendalam dibandingkan mereka yang tidak tinggal di asrama. Sebuah studi yang dilakukan oleh Ling dan Kangli, (2021) menunjukkan bahwa atmosfer tempat tinggal mahasiswa memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan ikatan sosial di kalangan mereka.

Proses interaksi yang berlangsung secara berkelanjutan mendorong mahasiswa untuk saling berkomunikasi, bekerjasama, dan menyesuaikan diri dengan berbagai bentuk lingkungan sosial.

Tinggal di asrama juga mengharuskan mahasiswa untuk meningkatkan kemandirian dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Mereka harus bisa mengatur waktu antara belajar, beristirahat, dan bersosialisasi dengan seimbang.

Kondisi ini secara tidak langsung membentuk metode belajar yang lebih terstruktur. Muhammad et al. , (2022) mengungkapkan bahwa mahasiswa yang tinggal di asrama umumnya memiliki metode belajar yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak tinggal di asrama, yang berdampak positif terhadap prestasi akademik.

Hal ini menunjukkan bahwa tinggal di asrama tidak hanya berkontribusi pada perkembangan sosial, tetapi juga mendukung keberhasilan akademis mahasiswa.

Selain kemampuan mandiri, asrama juga memainkan peran penting dalam membentuk karakter disiplin. Kegiatan di asrama diatur oleh sejumlah aturan yang harus dipatuhi oleh semua penghuni.

Aturan ini mendukung mahasiswa untuk memahami pentingnya tanggung jawab, baik secara pribadi maupun untuk kepentingan bersama.Camellia dan Devi, (2024) menyatakan bahwa program asrama sangat efektif dalam menumbuhkan sifat disiplin melalui rutinitas dan aktivitas yang dilakukan secara konsisten.

Karakter disiplin yang terbentuk dalam lingkungan asrama menjadi aset berharga bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik dan sosial. Keberagaman latar belakang pelajar di asrama memberikan peluang untuk memahami toleransi dan pengelolaan emosi.

Mahasiswa saling berinteraksi dengan berbagai tradisi, cara berpikir, dan sifat orang lain, yang menuntut mereka untuk menghargai perbedaan serta menyelesaikan konflik dengan cara yang dewasa.

Kondisi sosial di dalam asrama memotivasi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan adaptasi dan menciptakan hubungan sosial yang baik dan langgeng (Ling dan Kangli, 2021).

Interaksi yang mendalam di dalam lingkungan asrama memungkinkan mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama.

Keterampilan sosial ini muncul secara alami melalui pengalaman yang didapat dari berbicara, bernegosiasi, dan berbagai aktivitas bersama.Lebih dari itu, suasana di asrama juga menciptakan lingkungan belajar yang kondusif karena adanya dukungan sosial antar mahasiswa, yang pada akhirnya meningkatkan motivasi untuk menjalankan tanggung jawab akademis (Muhammad et al. , 2022).

Dengan demikian, asrama bisa dipandang sebagai ruang belajar informal yang berkontribusi signifikan terhadap perkembangan karakter mahasiswa.

Hidup di asrama membentuk kemandirian, disiplin, kebiasaan belajar yang sehat, serta keterampilan sosial yang sangat diperlukan dalam masyarakat.

Dari temuan-temuan yang disajikan dalam jurnal yang dibahas, terlihat jelas bahwa asrama bukan sekadar tempat tinggal, melainkan bagian penting dari sistem pendidikan tinggi.

Maka dari itu, pengelolaan asrama perlu mendapatkan perhatian yang serius agar fungsinya sebagai lingkungan yang membentuk karakter mahasiswa dapat dimaksimalkan dengan baik.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version