Oleh: Tatya Merti Mahasiswa Prodi S1 Kebidanan FIKES UNDHARI

Prodi S1 Kebidanan FIKES UNDHARI
Pergaulan merupakan bagian penting dalam kehidupan remaja karena menjadi sarana pembelajaran sosial dan pembentukan identitas diri. Namun, pergaulan yang tidak terkontrol dapat berkembang menjadi pergaulan bebas yang berdampak negatif terhadap perkembangan remaja.
Fenomena pergaulan bebas kini menjadi salah satu tantangan serius dalam kehidupan sosial masyarakat.
Secara faktual, pergaulan bebas di kalangan remaja ditandai dengan berbagai perilaku menyimpang, seperti seks pranikah, penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, serta tindakan melanggar norma sosial dan hukum.
Fakta menunjukkan bahwa perilaku tersebut sering terjadi pada remaja yang kurang mendapatkan pengawasan dan perhatian dari lingkungan terdekat.
Lingkungan keluarga menjadi faktor utama yang memengaruhi pergaulan remaja. Fakta menunjukkan bahwa kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak dapat menyebabkan remaja merasa tidak diperhatikan.
Akibatnya, remaja mencari kebebasan dan pengakuan melalui pergaulan di luar rumah, yang belum tentu membawa pengaruh positif.
Faktor lingkungan pertemanan juga sangat berpengaruh. Remaja cenderung mengikuti perilaku teman sebaya agar dapat diterima dalam kelompok.
Fakta menunjukkan bahwa tekanan dari teman sebaya sering kali mendorong remaja melakukan tindakan yang bertentangan dengan nilai moral dan norma sosial.
Selain itu, pengaruh media dan globalisasi turut memperparah pergaulan bebas. Fakta menunjukkan bahwa remaja dengan mudah mengakses konten yang menampilkan gaya hidup bebas tanpa adanya filter yang memadai.
Hal ini membentuk pola pikir bahwa perilaku menyimpang merupakan hal yang wajar dan dapat diterima.
Secara opini, pergaulan bebas tidak sepenuhnya dapat disalahkan kepada remaja. Banyak pihak berpendapat bahwa remaja hidup dalam lingkungan yang penuh tekanan sosial dan perubahan nilai.
Oleh karena itu, mereka membutuhkan bimbingan, bukan hanya hukuman. Opini lain menekankan bahwa pendidikan karakter dan nilai agama memiliki peran penting dalam mencegah pergaulan bebas.
Remaja yang memiliki pegangan nilai yang kuat cenderung mampu mengendalikan diri dan membuat keputusan yang bertanggung jawab.
Kesimpulan
Pergaulan bebas merupakan tantangan serius bagi remaja masa kini. Fakta menunjukkan adanya pengaruh keluarga dan lingkungan, sementara opini menekankan pentingnya pendekatan pembinaan dan pendidikan karakter.
Dengan bimbingan yang tepat, remaja dapat diarahkan pada pergaulan yang sehat dan bertanggung jawab.