Penulis: Mashuri Thaib

Rakor Disbudparpora bersama Camat se-Dharmasraya dan Wali Nagari di destinasi wisata Lubuk Malintang

Dharmasraya, Galanggang.id – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Dharmasraya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Camat dan Wali Nagari Wisata di destinasi wisata Lubuk Malintang, Nagari Alahan Nan Tigo, Kecamatan Asam Jujuhan, Selasa (30/6/2026).

Meski hujan mengguyur wilayah Asam Jujuhan pada malam sebelumnya dan berpotensi membuat akses jalan menjadi licin, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta.

Seluruh camat se-Kabupaten Dharmasraya bersama 25 wali nagari yang memiliki potensi wisata tetap hadir mengikuti kegiatan yang bertujuan memperkuat sinergi pengembangan sektor pariwisata daerah.

Rakor tersebut menghadirkan praktisi dari Universitas Dharma Andalas, Dr. Eka Mariyanti, sebagai narasumber yang membahas strategi pengembangan desa wisata dan pengelolaan destinasi berbasis potensi lokal.

Camat se – Dharmasraya di Desa Wisata Lubuk Malintang

Kepala Disbudparpora Kabupaten Dharmasraya, Reno Lazuardi, mengaku terharu melihat tingginya antusiasme para camat dan peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya sangat terharu dengan kehadiran bapak-bapak camat dan peserta lainnya. Sungguh tak disangka antusiasme yang ditunjukkan begitu tinggi. Kalau saya tahu akan sebesar ini, tentu kami akan mendesain kegiatan yang lebih meriah, bahkan dilengkapi dengan agenda berkemah,” ujarnya.

Reno menjelaskan, wisata arung jeram di Lubuk Malintang merupakan salah satu ikon pariwisata unggulan Dharmasraya, selain kawasan bersejarah Candi Padang Roco dan destinasi Pulau Sawah di Kecamatan Sitiung.

Menurutnya, pengembangan objek wisata tersebut juga menjadi perhatian serius Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Rahmadani.

Usai rakor, seluruh peserta diajak merasakan langsung sensasi arung jeram menyusuri Sungai Batang Asam sejauh sekitar empat kilometer, dimulai dari Lubuk Kapa hingga finis di Lubuk Malintang.

Selama pengarungan, suasana penuh semangat terlihat dari gelak tawa dan sorak para peserta yang menikmati tantangan jeram serta keindahan alam sepanjang aliran sungai yang berpadu dengan air Batang Kulak dari kawasan Bukit Sembilan.

Kesan mendalam dirasakan para peserta, termasuk Camat Pulau Punjung, Erick Haja. Bahkan, ia langsung mendaftarkan rombongannya untuk kembali mengikuti kegiatan arung jeram pada pekan pertama Juli 2026.

“Minggu depan tolong siapkan dua perahu. Kami akan kembali datang dari Pulau Punjung dengan anggota sekitar 10 orang,” kata Erick kepada pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lubuk Malintang.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya mempererat koordinasi antar pemangku kepentingan pariwisata, tetapi juga menjadi media promosi efektif untuk memperkenalkan potensi wisata arung jeram Lubuk Malintang sebagai salah satu destinasi unggulan Kabupaten Dharmasraya.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version