Relima gelar membaca bersama komunitas di toko Kopi Munir

Dharmasraya, Galanggang.id — Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI Lokus Dharmasraya sukses menggelar kegiatan Membaca Bersama dan MBG (Membaca Buku Gratis). Kegiatan unik ini dilangsungkan di Toko Kopi Munir, Dharmasraya, Jumat (19/6/2026).

Aksi literasi ini lahir dari kolaborasi lintas komunitas dan organisasi, yang melibatkan Komunitas Suluah Bendang, Senangbaca.id, Rumah Baca Marenda, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Literasi Universitas Dharmas Indonesia (Undhari), dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (Hima Prodi Basindo) FKIP Undhari.

Berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban, acara ini sukses menjadi wadah bagi para pegiat literasi, mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk membaca bersama, berdiskusi, serta berbagi pengalaman mengenai pentingnya menjaga budaya baca di tengah gempuran era digital.

Perwakilan Relima Perpusnas RI Lokus Dharmasraya, Dr. Amar Salahuddin, M.Pd., menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah nyata untuk mendekatkan buku dan budaya membaca kepada masyarakat dengan memanfaatkan ruang publik yang mudah diakses.

“Literasi tidak harus selalu hadir di ruang kelas atau perpustakaan. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menunjukkan bahwa membaca dapat dilakukan di mana saja dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujar Dr. Amar Salahuddin.

Kegiatan membaca buku di Toko Kopi Munir

Di sisi lain, Ketua UKM Literasi Undhari, Komsiatun, menilai bahwa sinergi antara berbagai komunitas dan organisasi ini menjadi angin segar dalam memperkuat gerakan literasi di Dharmasraya.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif mahasiswa dalam literasi masyarakat adalah bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membangun budaya baca yang kokoh.

“Literasi akan tumbuh ketika banyak pihak mau bergerak bersama. Semoga kegiatan seperti ini semakin sering dilakukan dan semakin banyak masyarakat yang terlibat,” ungkap Komsiatun.

Melalui kegiatan Membaca Bersama dan MBG ini, para penggerak literasi di Dharmasraya berharap ke depannya akan semakin banyak ruang publik yang bertransformasi menjadi ruang belajar dan ruang baca bersama. Dengan begitu, budaya literasi dapat tumbuh subur dan mengakar kuat di tengah-tengah masyarakat. (Red)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version