Oleh : Nur Aini Mahasiswa Prodi S-1 Kebidanan UNDHARI

Nur Aini Mahasiswa Prodi S-1 Kebidanan UNDHARI

Bagi banyak mahasiswa, melanjutkan studi di perguruan tinggi di kota lain menjadi momen penting yang mengubah hidup.

Menjadi perantau kuliah berarti meninggalkan rumah, keluarga, dan lingkungan yang sudah familiar untuk memasuki dunia baru yang penuh dengan tantangan dan peluang.

Berdasarkan pengalaman banyak mahasiswa perantau, saya percaya bahwa kehidupan ini tidak hanya menguji kemandirian, tetapi juga menjadi landasan untuk membentuk pribadi yang lebih dewasa dan mandiri.

Kehidupan perantau kuliah dimulai dengan tantangan pertama: menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Tanpa kehadiran orang tua yang selalu siap membantu, mahasiswa harus belajar mengatur segala hal sendiri – mulai dari memasak makanan, mencuci pakaian, hingga mengelola keuangan.

Misalnya, mahasiswa yang dulunya hanya menunggu makanan disajikan di meja makan sekarang harus membelanjakan belanjaan, merencanakan menu harian, dan memasak dengan peralatan yang terbatas di kamar kos.

Selain itu, menyesuaikan diri dengan budaya dan bahasa lokal juga seringkali menjadi hambatan.

Mahasiswa dari daerah luar Pulau Jawa, misalnya, mungkin kesulitan memahami bahasa Jawa atau kebiasaan masyarakat di kota tujuan, yang membuat mereka merasa terasing di awal masa kuliah.

Tantangan kedua adalah tekanan akademik yang semakin berat ditambah dengan kesendirian. Di perguruan tinggi, tugas, ujian, dan proyek kelompok datang dengan jadwal yang padat, dan mahasiswa harus mampu mengatur waktu dengan baik tanpa bimbingan langsung dari orang tua.

Selain itu, kesendirian yang dirasakan ketika jauh dari keluarga seringkali membuat perasaan cemas atau sedih muncul, terutama ketika menghadapi kesulitan.

Banyak mahasiswa perantau mengakui bahwa mereka pernah merindukan suara orang tua saat merasa lelah atau gagal dalam ujian.

Namun, ini juga menjadi momen di mana mereka belajar mencari dukungan dari teman sekamar, rekan kuliah, atau organisasi mahasiswa, yang membantu mereka mengatasi kesulitan tersebut.

Meskipun penuh dengan tantangan, kehidupan perantau kuliah juga memberikan kesempatan yang tak ternilai untuk membangun diri. Yang pertama adalah kemandirian yang tumbuh dengan cepat.

Ketika harus mengurus segala hal sendiri, mahasiswa belajar membuat keputusan secara mandiri, memecahkan masalah, dan bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Misalnya, mereka harus memutuskan bagaimana mengelola uang saku agar cukup selama sebulan, atau bagaimana menyelesaikan konflik dengan teman sekamar tanpa campur tangan orang lain.

Kemandirian ini akan sangat berguna di masa depan, terutama ketika mereka memasuki dunia kerja.

Kesempatan kedua adalah memperluas jaringan sosial dan wawasan. Sebagai perantau, mahasiswa bertemu dengan teman dari berbagai daerah, suku, dan latar belakang budaya.

Hal ini memungkinkan mereka mempelajari budaya yang berbeda, memahami pandangan orang lain, dan membangun hubungan yang berharga.

Selain itu, bergabung dengan organisasi mahasiswa atau kegiatan ekstrakurikuler juga memberi mereka kesempatan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kerja sama tim, dan komunikasi.

Misalnya, bergabung dengan klub olahraga atau seni membantu mereka menemukan minat baru dan bertemu dengan orang-orang yang memiliki hobi yang sama.

Kesempatan terakhir adalah mempelajari nilai penting seperti kerja keras dan ketekunan. Untuk sukses dalam kuliah sambil mengatasi tantangan kehidupan perantau, mahasiswa harus bekerja keras dan tidak mudah menyerah.

Banyak dari mereka belajar mengatur waktu antara kuliah, bekerja paruh waktu (jika diperlukan), dan aktivitas sosial, yang melatih disiplin dan ketekunan.

Hasil dari kerja keras ini seperti lulus dengan nilai baik atau meraih penghargaan akan memberikan rasa bangga yang besar dan meningkatkan kepercayaan diri.

Sebagai kesimpulan, kehidupan perantau kuliah adalah perjalanan yang penuh dengan tantangan dan kesempatan.

Meskipun mahasiswa harus menghadapi kesulitan dalam menyesuaikan diri, mengatasi tekanan akademik, dan mengatasi kesendirian, mereka juga mendapatkan kemandirian, jaringan sosial, dan nilai-nilai penting yang akan membentuk masa depan mereka.

Oleh karena itu, kehidupan perantau kuliah bukan hanya tentang menyelesaikan studi, tetapi juga tentang tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa, mandiri, dan siap menghadapi tantangan dunia yang lebih luas.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version