Oleh: Aidil Saputra Mahasiswa Prodi S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNDHARI

Setiap napas yang kita hirup, air yang kita minum, dan makanan yang kita konsumsi merupakan hasil langsung dari bumi. Alam menyediakan oksigen melalui pepohonan, air melalui sungai dan sumber mata air, serta pangan melalui tanah yang subur.

Tanpa kita sadari, sejak membuka mata di pagi hari hingga menutupnya kembali di malam hari, manusia sepenuhnya bergantung pada kebaikan bumi.

Namun ironisnya, di balik segala manfaat yang kita terima, kerusakan lingkungan justru semakin hari semakin parah akibat ulah manusia sendiri yang abai terhadap kelestarian alam.

Pencemaran udara dan air, penebangan hutan secara liar, serta penggunaan plastik sekali pakai yang berlebihan menjadi contoh nyata bagaimana manusia kerap merusak rumahnya sendiri.

Dampak dari kerusakan ini tidak hanya dirasakan oleh bumi sebagai ekosistem, tetapi juga secara langsung mengancam keselamatan dan kesehatan manusia.

Jika bumi rusak akibat perbuatan kita sendiri, masihkah kita bisa hidup aman dan nyaman di masa depan? Kerusakan lingkungan bukan lagi isu yang jauh atau hanya menjadi pembahasan dalam forum internasional.

Masalah ini telah hadir di sekitar kita dan menyentuh kehidupan sehari-hari. Udara yang tercemar oleh asap kendaraan dan industri menyebabkan berbagai gangguan pernapasan, mulai dari batuk kronis hingga penyakit paru-paru yang serius.

Air yang tercemar limbah rumah tangga dan industri memicu penyebaran penyakit seperti diare, kolera, dan penyakit kulit. Tanah yang rusak akibat penggunaan bahan kimia berlebihan dan pencemaran mengancam ketersediaan pangan, karena hasil pertanian menjadi menurun baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa kerusakan alam bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan masalah serius yang menyangkut keberlangsungan hidup manusia.

Menjaga bumi, oleh karena itu, bukan hanya sekadar tindakan sukarela atau kepedulian segelintir orang, melainkan kebutuhan nyata bagi keberlangsungan kehidupan manusia.

Lingkungan yang bersih dan sehat sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup. Udara bersih membuat tubuh lebih sehat dan produktif, air yang layak konsumsi menjaga sistem tubuh tetap berfungsi dengan baik, serta tanah yang subur menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Sebaliknya, ketika lingkungan rusak, manusia akan menanggung dampaknya dalam bentuk meningkatnya biaya kesehatan, menurunnya kualitas hidup, dan munculnya berbagai bencana alam.

Dengan kata lain, kerusakan lingkungan adalah ancaman langsung bagi kesejahteraan manusia.Kelestarian bumi juga sangat menentukan kualitas hidup manusia, baik untuk masa kini maupun masa mendatang.

Penebangan hutan secara liar, misalnya, tidak hanya menghilangkan habitat satwa, tetapi juga mengganggu keseimbangan alam.

Hutan yang berfungsi sebagai penyerap air dan penahan tanah ketika hujan deras menjadi hilang, sehingga bencana alam seperti banjir dan tanah longsor semakin sering terjadi.

Di berbagai daerah, banjir telah menjadi peristiwa tahunan yang merugikan masyarakat, merusak rumah, menghancurkan lahan pertanian, bahkan merenggut nyawa.

Semua itu bukan semata-mata karena faktor alam, tetapi juga akibat ulah manusia yang merusak hutan tanpa memperhitungkan dampaknya. Selain penebangan hutan, masalah sampah juga menjadi persoalan besar dalam kerusakan lingkungan.

Kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik, menyebabkan sungai tercemar dan tersumbat. Sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan justru berubah menjadi tempat pembuangan limbah.

Ketika aliran sungai terhambat oleh sampah, air akan meluap dan mengakibatkan banjir.Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka manusialah yang akan menanggung seluruh risikonya.

Bencana yang terjadi bukanlah hukuman alam semata, melainkan akibat dari kelalaian manusia dalam menjaga lingkungannya sendiri. Oleh karena itu, menjaga bumi sejatinya adalah bentuk perlindungan jangka panjang bagi diri kita sendiri.

Masalah lingkungan juga berkaitan erat dengan perubahan iklim yang kini semakin nyata dampaknya. Suhu bumi yang meningkat menyebabkan cuaca menjadi tidak menentu, musim sulit diprediksi, dan bencana alam seperti kekeringan serta badai menjadi lebih sering terjadi.

Perubahan iklim ini berdampak langsung pada sektor pertanian, perikanan, dan kesehatan manusia. Ketika hasil panen menurun akibat cuaca ekstrem, ketahanan pangan terancam. Ketika suhu meningkat, risiko penyakit tertentu juga meningkat.

Semua ini menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan memiliki dampak berantai yang luas dan kompleks terhadap kehidupan manusia.

Meskipun permasalahan lingkungan terlihat besar dan kompleks, bukan berarti manusia tidak dapat berbuat apa-apa.Justru sebaliknya, perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa tas belanja sendiri, memilah sampah, menghemat air dan listrik, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar merupakan contoh tindakan sederhana yang dapat dilakukan oleh setiap individu.

Jika langkah-langkah kecil ini dilakukan secara bersama-sama, dampaknya akan sangat besar bagi kelestarian bumi. Kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya menjaga lingkungan.

Selain itu, pendidikan lingkungan juga memiliki peran penting dalam membentuk sikap peduli terhadap bumi. Sejak dini, anak-anak perlu diajarkan bahwa alam bukanlah objek yang bisa dieksploitasi tanpa batas, melainkan sistem kehidupan yang harus dijaga dan dihormati.

Dengan pemahaman ini, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi individu yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Mereka akan menyadari bahwa menjaga bumi bukan sekadar kewajiban moral, tetapi juga kebutuhan untuk menjamin masa depan yang layak.

Pada akhirnya, kesadaran untuk menjaga bumi harus dimulai dari pemahaman bahwa manusia dan alam adalah satu kesatuan yang saling bergantung.

Manusia tidak bisa hidup tanpa alam, dan alam tidak akan lestari jika terus dirusak oleh manusia.Ketika kita merawat bumi dengan penuh tanggung jawab, bumi pun akan memberikan kehidupan yang layak bagi kita.

Sebaliknya, ketika kita terus merusaknya, kita sedang menggali masalah bagi diri kita sendiri. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita berhenti merusak dan mulai menjaga bumi, karena menjaga bumi sesungguhnya adalah bentuk kepedulian paling nyata terhadap diri kita sendiri.

Sebagai makhluk yang sepenuhnya bergantung pada alam, manusia tidak dapat dipisahkan dari kondisi bumi.

Kerusakan lingkungan telah terbukti membawa dampak langsung terhadap kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup manusia. Bumi yang rusak berarti masa depan yang terancam, sementara bumi yang terjaga berarti harapan bagi kehidupan yang lebih baik.

Oleh karena itu, menjaga bumi sama dengan menjaga diri sendiri, karena setiap tindakan kecil untuk melindungi lingkungan adalah langkah nyata untuk menjamin kehidupan yang aman, sehat, dan berkelanjutan, baik untuk generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version