
Dharmasraya, Galanggang.id — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Dharmasraya sukses menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) I Masa Khidmat 2026–2031. Kegiatan strategis ini berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Dharmasraya, Pulau Punjung, pada Senin (22/6/2026).
Mengusung tema “Berkhidmah dengan Kerja Nyata, Terukur dan Terencana, Menuju Kemandirian Jam’iyyah”, Mukercab I ini menjadi momentum penting bagi Nahdlatul Ulama dalam mempertegas komitmennya mengawal pembangunan daerah. Penguatan dilakukan mulai dari sektor keagamaan, sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan serta organisasi. Hadir mewakili Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, yaitu Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Medison.
Turut hadir Anggota DPRD Dharmasraya, H. Wigiono dan Sugiono, Kejaksaan Negeri Dharmasraya, Kapolres Dharmasraya, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo, S.I.K., M.A.P, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dharmasraya dan Kepala Kemenhaj, Perwakilan KPU, BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan, Ketua LKAAM sekaligus Bupati Dharmasraya periode 2005–2010, Marlon Martua Datuak Rangkayo Mulie dan Badan Otonom (Banom) NU Dharmasraya (Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, Pagar Nusa, ISNU, PMII, IPNU, dan IPPNU).
Dalam sambutan Bupati Dharmasraya yang dibacakan oleh Sekda Medison, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pelantikan dan pelaksanaan Mukercab I PCNU Dharmasraya. Pemkab menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program-program NU yang berdampak positif bagi kemaslahatan umat.
“NU bukan hanya slogan organisasi untuk menyatukan visi, tetapi harus bergerak ke dalam misi yang terukur dengan menghadirkan solusi nyata di tengah umat,” ujar Medison saat membacakan sambutan.
Ia juga menekankan pentingnya akuntabilitas organisasi melalui pelaksanaan program kerja yang terukur, terencana, dan dievaluasi secara berkala. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menitipkan empat pesan strategis kepada kepengurusan PCNU Dharmasraya yang baru:
- Memperkuat moderasi beragama dan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin sebagai perekat persatuan masyarakat;
- Memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi global melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan;
- Menjaga keberlanjutan kaderisasi dengan membina generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kapasitas kepemimpinan; dan
- Memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan NU untuk mewujudkan Dharmasraya yang religius, damai, maju, dan berdaya saing.
“Pemerintah Kabupaten Dharmasraya membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan PCNU. Dengan semangat kebersamaan dan kerja nyata, kita optimistis dapat menghadapi berbagai tantangan pembangunan sekaligus mewujudkan Dharmasraya yang semakin maju, religius, dan sejahtera,” tutupnya.
Sementara, Ketua Tanfidziyah PCNU Dharmasraya, A. Faizin, menegaskan bahwa pelaksanaan Mukercab I merupakan amanat organisasi berdasarkan hasil Konferensi Cabang NU tahun 2025, Peraturan Perkumpulan PBNU Nomor 6 Tahun 2025, serta ketentuan AD/ART Nahdlatul Ulama.
Ia juga mengajak seluruh peserta meneguhkan kembali semangat perjuangan organisasi dengan mengingat pesan Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari tentang pentingnya persatuan, kecintaan, dan pengabdian dalam Jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Di bawah kepemimpinan Rais Syuriyah K.M. Syarwan Syarif dan Ketua Tanfidziyah A. Faizin, PCNU Dharmasraya Masa Khidmat 2026–2031 akan bergerak berdasarkan tiga prinsip utama: terukur, terencana, dan mandiri yaitu;
- Terukur: Capaian program tidak hanya dilihat dari target waktu, tetapi juga output dan outcome yang jelas;
- Terencana: Diwujudkan melalui penyusunan dokumen perencanaan, lini masa, dan pembagian tugas yang terstruktur; dan
- Mandiri: Diarahkan untuk memperkuat kemampuan lembaga dan Banom NU dalam membiayai serta menjalankan program keumatan secara berkelanjutan.
Sebagai langkah konkret, PCNU Dharmasraya telah menetapkan sejumlah program prioritas, antara lain, pembangunan klinik atau Rumah Sakit NU, gerakan penanaman pohon dan pengelolaan limbah, penyelenggaraan Festival Budaya sebagai media syiar yang humanis dan Pelaksanaan Pendidikan Dasar Penggerak NU (PD-PKPNU) minimal satu kali setiap tahun.
“Kami berkomitmen menghadirkan program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan mampu memperkuat kemandirian jam’iyyah di masa mendatang,” tegasnya.
Setelah melalui proses pembahasan yang dinamis, hangat, dan demokratis, Mukercab I PCNU Kabupaten Dharmasraya resmi ditutup pada pukul 18.10 WIB.
Penutupan ditandai dengan penyerahan berkas hasil ketetapan program kerja dari pimpinan sidang dan panitia kepada Rais Syuriyah PCNU Dharmasraya, K.M. Syarwan Syarif, dan Ketua Tanfidziyah PCNU Dharmasraya, A. Faizin.
Prosesi ini menjadi simbol dimulainya babak baru pengabdian Nahdlatul Ulama dalam mendukung pembangunan daerah, pelayanan umat, serta kemajuan bangsa. (Red)