Close Menu
galanggang.id

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Plasma 20% Jadi Harga Mati, PT TKA Diberi Waktu 1 Minggu

    27 Januari 2026

    Cemari Lingkungan, PT Tidar Kerinci Agung Dijatuhi Denda Rp 737 Juta dan Sanksi Paksaan Pemerintah

    27 Januari 2026

    Gempur PETI di 9 Kabupaten, KESDM Ketok Palu Penetapan Ratusan Blok WPR di Sumbar

    22 Januari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Plasma 20% Jadi Harga Mati, PT TKA Diberi Waktu 1 Minggu
    • Cemari Lingkungan, PT Tidar Kerinci Agung Dijatuhi Denda Rp 737 Juta dan Sanksi Paksaan Pemerintah
    • Gempur PETI di 9 Kabupaten, KESDM Ketok Palu Penetapan Ratusan Blok WPR di Sumbar
    • Keunggulan Hukum Tanda Tangan Digital Untuk Mempercepat Perjanjian Bisnis
    • Kehidupan Asrama Sebagai Sarana Pembentukan Karakter Mahasiswa
    • Peran Generasi Muda Dalam PembangunanEkonomi Berkelanjutan
    • Tim UNDHARI Motivasi SMAN 2 Tebo, Kesuksesan Bukan Hanya Soal di Mana Kita Kuliah
    • Penyalahgunaan Uang Negara dan Dampaknya bagi Masyarakat
    Facebook X (Twitter) Instagram
    galanggang.id
    Subscribe
    Kamis, Januari 29
    • Home
    • Nasional
    • Daerah
    • Politik

      Fraksi PKB Sampaikan Enam Poin Pandangan atas Nota Penjelasan Bupati terkait Ranperda APBD Dharmasraya 2026

      20 November 2025

      Kinerja Cindy Monica Berbuah Manis, Renovasi Bendungan Lubuk Sikoci Jadi Angin Segar Bagi Petani Ikan

      19 September 2025

      Akademisi Dodi Widia Nanda Meminta Bupati dan DPRD Meninjau Kembali Perda CSR Dharmasraya

      12 September 2025

      Labeli Pemberitaan “Disinformasi”, Pemkab Dharmasraya Dikritik Mantan Direktur LBH Pers

      7 September 2025

      DPRD Dharmasraya Bantah Tuduhan Pembahasan APBD Tak Sesuai Aturan, Sebut Hanya Masalah Teknis Komunikasi

      27 Agustus 2025
    • Hukum Kriminal
    • Olahraga
    • Budaya
      • Pendidikan
      • Sastra
      • Wisata
    • Opini
    • Kesehatan
    • Viral
    galanggang.id
    Beranda » Penyalahgunaan Uang Negara dan Dampaknya bagi Masyarakat
    Opini

    Penyalahgunaan Uang Negara dan Dampaknya bagi Masyarakat

    redaksi galanggangBy redaksi galanggang13 Januari 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter WhatsApp Threads Copy Link

    Oleh: Rostina Khairunnisa Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FHEB UNDHARI

    Rostina Khairunnisa
    Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FHEB UNDHARI

    Penyalahgunaan uang negara merupakan permasalahan serius yang hingga kini masih menjadi tantangan besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di Indonesia.

    Uang negara berasal dari rakyat, baik melalui pajak, retribusi, maupun pengelolaan sumber daya alam, yang seharusnya digunakan untuk kepentingan umum. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta program kesejahteraan sosial.

    Namun, dalam praktiknya, tidak sedikit oknum yang menyalahgunakan uang negara demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.Tindakan ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga sangat merugikan masyarakat luas.

    Penyalahgunaan uang negara umumnya berkaitan erat dengan praktik korupsi. Korupsi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti penggelapan dana, penyuapan, gratifikasi, mark up anggaran, hingga penyalahgunaan wewenang oleh pejabat publik.

    Praktik ini biasanya dilakukan oleh pihak-pihak yang memiliki kekuasaan dan akses terhadap pengelolaan keuangan negara. Dengan memanfaatkan jabatan dan kewenangan yang dimiliki, mereka mengambil keuntungan pribadi tanpa memperhatikan hak dan kepentingan masyarakat.

    Akibatnya, dana publik yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat menjadi tidak tersalurkan secara optimal. Salah satu faktor utama yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan uang negara adalah lemahnya integritas dan moral aparatur negara.

    Kurangnya kesadaran akan tanggung jawab jabatan, rendahnya nilai kejujuran, serta gaya hidup konsumtif mendorong sebagian oknum untuk melakukan tindakan koruptif.

    Selain itu, lemahnya sistem pengawasan dan penegakan hukum juga turut memperparah keadaan.Ketika pengawasan tidak berjalan efektif dan hukuman yang diberikan tidak tegas, pelaku penyalahgunaan uang negara tidak merasa jera dan berpotensi mengulangi perbuatannya.

    Dampak penyalahgunaan uang negara sangat besar dan dirasakan langsung oleh masyarakat.Salah satu dampak yang paling nyata adalah terhambatnya pembangunan nasional.

    Banyak proyek pembangunan yang tidak berjalan sesuai rencana karena dana yang tersedia diselewengkan. Akibatnya, infrastruktur seperti jalan, jembatan, gedung sekolah, dan fasilitas kesehatan menjadi rusak, tidak layak pakai, atau bahkan terbengkalai.

    Kondisi ini tentu menghambat pertumbuhan ekonomi dan menurunkan kualitas hidup masyarakat, terutama di daerah-daerah yang masih tertinggal.

    Selain menghambat pembangunan, penyalahgunaan uang negara juga menyebabkan menurunnya kualitas pelayanan publik. Dana yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan sering kali tidak sampai kepada sasaran.

    Di bidang pendidikan, misalnya, masih banyak sekolah yang kekurangan fasilitas belajar, gedung yang tidak memadai, serta kesejahteraan tenaga pendidik yang kurang diperhatikan.

    Sementara itu, di bidang kesehatan, masyarakat harus menghadapi pelayanan yang kurang optimal, keterbatasan obat-obatan, dan fasilitas medis yang tidak memadai.

    Kondisi ini sangat merugikan masyarakat, khususnya kelompok ekonomi lemah yang sangat bergantung pada pelayanan publik dari pemerintah. Penyalahgunaan uang negara juga berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan dan ketimpangan sosial.

    Ketika dana negara diselewengkan, program-program bantuan sosial dan pengentasan kemiskinan tidak berjalan secara maksimal. Bantuan yang seharusnya diterima oleh masyarakat kurang mampu sering kali berkurang jumlahnya atau tidak tepat sasaran.

    Akibatnya, kesenjangan antara kelompok masyarakat kaya dan miskin semakin melebar. Masyarakat kecil semakin sulit meningkatkan taraf hidupnya, sementara segelintir orang justru memperoleh keuntungan dari praktik penyalahgunaan uang negara.

    Dampak lainnya yang tidak kalah penting adalah menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan lembaga negara. Maraknya kasus penyalahgunaan uang negara membuat masyarakat merasa kecewa dan kehilangan kepercayaan terhadap para pemimpin dan aparat negara.

    Rasa tidak percaya ini dapat menimbulkan sikap apatis, di mana masyarakat menjadi enggan berpartisipasi dalam pembangunan dan kurang peduli terhadap kebijakan pemerintah.

    Padahal, kepercayaan publik merupakan salah satu unsur penting dalam menciptakan pemerintahan yang stabil, demokratis, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Dari sisi moral dan etika, penyalahgunaan uang negara merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat.

    Pejabat publik yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat justru menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

    Tindakan ini merusak nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab yang seharusnya dijunjung tinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Jika dibiarkan terus-menerus, budaya korupsi dapat mengakar dan menjadi kebiasaan yang sulit diberantas. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan uang negara harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

    Pemerintah perlu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara. Penguatan sistem pengawasan, baik internal maupun eksternal, sangat diperlukan agar setiap penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan.

    Selain itu, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan adil tanpa pandang bulu, sehingga dapat memberikan efek jera bagi para pelaku. Peran masyarakat juga sangat penting dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan uang negara.

    Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap pengelolaan keuangan negara serta berani melaporkan apabila menemukan indikasi penyimpangan. Pendidikan antikorupsi sejak dini juga menjadi langkah strategis untuk menanamkan nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab kepada generasi muda.

    Dengan pendidikan yang baik, diharapkan lahir generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia dan menolak segala bentuk korupsi.

    Kesimpulannya, penyalahgunaan uang negara merupakan masalah serius yang membawa dampak negatif besar bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

    Tindakan ini menghambat pembangunan, menurunkan kualitas pelayanan publik, meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan sosial, serta merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

    Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dan komitmen yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan uang negara.

    Dengan pengelolaan keuangan negara yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab, tujuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara berkelanjutan.

    FHEB Undhari Hukum Integritas Mahasiswa Negara
    Share. Facebook Twitter Email WhatsApp Copy Link
    redaksi galanggang

    Related Posts

    Keunggulan Hukum Tanda Tangan Digital Untuk Mempercepat Perjanjian Bisnis

    18 Januari 2026

    Kehidupan Asrama Sebagai Sarana Pembentukan Karakter Mahasiswa

    18 Januari 2026

    Peran Generasi Muda Dalam PembangunanEkonomi Berkelanjutan

    18 Januari 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Top Posts

    Mantan Ketua Himatedha dan Presma BEM KM Nyatakan SikapDukung Paslon Nomor Urut 2, Gibran-Fiona

    11 Desember 20251,443 Views

    Tambang Emas Ilegal Menjamur di Koto Balai Dharmasraya, Masyarakat Berharap APH Turun Tangan

    4 Agustus 2025366 Views

    Liga IPPGM ke-XIV Segera Bergulir, Bursa Transfer Pemain Bintang Panas!

    29 Juli 2025197 Views

    Erosi Literasi Kritis Di Era Digital: Mengapa Kemampuan Memilah Informasi Semakin Melemah?

    30 Desember 2025191 Views
    Don't Miss

    Plasma 20% Jadi Harga Mati, PT TKA Diberi Waktu 1 Minggu

    By redaksi galanggang27 Januari 20260

    Padang, Galanggang — Konflik agraria menahun antara masyarakat adat Nagari Alahan Nan Tigo dan Lubuk…

    Cemari Lingkungan, PT Tidar Kerinci Agung Dijatuhi Denda Rp 737 Juta dan Sanksi Paksaan Pemerintah

    27 Januari 2026

    Gempur PETI di 9 Kabupaten, KESDM Ketok Palu Penetapan Ratusan Blok WPR di Sumbar

    22 Januari 2026

    Keunggulan Hukum Tanda Tangan Digital Untuk Mempercepat Perjanjian Bisnis

    18 Januari 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Don't Miss

    Plasma 20% Jadi Harga Mati, PT TKA Diberi Waktu 1 Minggu

    By redaksi galanggang27 Januari 20260

    Padang, Galanggang — Konflik agraria menahun antara masyarakat adat Nagari Alahan Nan Tigo dan Lubuk…

    Cemari Lingkungan, PT Tidar Kerinci Agung Dijatuhi Denda Rp 737 Juta dan Sanksi Paksaan Pemerintah

    27 Januari 2026

    Gempur PETI di 9 Kabupaten, KESDM Ketok Palu Penetapan Ratusan Blok WPR di Sumbar

    22 Januari 2026

    Keunggulan Hukum Tanda Tangan Digital Untuk Mempercepat Perjanjian Bisnis

    18 Januari 2026
    Our Picks

    Plasma 20% Jadi Harga Mati, PT TKA Diberi Waktu 1 Minggu

    27 Januari 2026

    Cemari Lingkungan, PT Tidar Kerinci Agung Dijatuhi Denda Rp 737 Juta dan Sanksi Paksaan Pemerintah

    27 Januari 2026

    Gempur PETI di 9 Kabupaten, KESDM Ketok Palu Penetapan Ratusan Blok WPR di Sumbar

    22 Januari 2026

    Keunggulan Hukum Tanda Tangan Digital Untuk Mempercepat Perjanjian Bisnis

    18 Januari 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp Threads
    • Tentang Kami
    • Iklan dan Kerja Sama
    • Pedoman Media Siber
    © 2026 Portal Berita galanggang.id.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.