Oleh: Ferdian Barokah Mahasiswa S1 Manajemen Fakultas Hukum dan Ekonomi Bisnis Undhari

Pembangunan ekonomi berkelanjutan merupakan konsep pembangunan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan generasi masa kini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya.

Konsep ini menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial. Dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, ketimpangan ekonomi, serta keterbatasan sumber daya alam, peran generasi muda menjadi sangat krusial.

Generasi muda tidak hanya dipandang sebagai penerus bangsa, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu membawa inovasi dan solusi berkelanjutan bagi pembangunan ekonomi.

Generasi muda memiliki karakteristik yang adaptif, kreatif, dan terbuka terhadap perubahan. Kemajuan teknologi informasi dan digitalisasi telah membentuk generasi muda menjadi kelompok yang melek teknologi dan memiliki akses luas terhadap informasi global.

Kondisi ini memberikan peluang besar bagi generasi muda untuk berkontribusi secara aktif dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, khususnya melalui pemanfaatan teknologi, kewirausahaan hijau, serta penguatan ekonomi kreatif.

Dengan pemikiran yang progresif, generasi muda mampu merancang model ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan.

Salah satu peran penting generasi muda dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan adalah melalui kewirausahaan berkelanjutan (sustainable entrepreneurship).

Generasi muda dapat menciptakan usaha yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan, efisiensi sumber daya, dan tanggung jawab sosial.

Contohnya adalah pengembangan usaha berbasis ekonomi sirkular, seperti daur ulang limbah menjadi produk bernilai ekonomi, penggunaan bahan baku ramah lingkungan, serta penerapan energi terbarukan dalam proses produksi.

Melalui kewirausahaan semacam ini, generasi muda tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Selain itu, generasi muda memiliki peran strategis dalam pengembangan ekonomi digital yang berkelanjutan. Ekonomi digital membuka peluang bagi peningkatan produktivitas dan efisiensi ekonomi tanpa harus mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan.

Platform digital, e-commerce, dan teknologi finansial memungkinkan pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Generasi muda, sebagai pengguna dan pengembang teknologi, dapat menjadi motor penggerak transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Peran generasi muda juga tercermin dalam partisipasi mereka dalam sektor ekonomi kreatif. Sektor ini mengandalkan kreativitas, inovasi, dan ide sebagai sumber utama nilai tambah ekonomi.

Bidang seperti industri kreatif, seni, desain, kuliner, dan konten digital dapat dikembangkan tanpa merusak lingkungan, asalkan dikelola dengan prinsip keberlanjutan.

Dengan memanfaatkan kearifan lokal dan budaya sebagai sumber inspirasi, generasi muda dapat menciptakan produk kreatif yang bernilai ekonomi tinggi sekaligus memperkuat identitas budaya dan keberlanjutan sosial.

Di sisi lain, generasi muda juga memiliki peran penting sebagai agen perubahan sosial dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Melalui pendidikan, kampanye sosial, dan gerakan komunitas, generasi muda dapat menyebarkan nilai-nilai keberlanjutan, seperti gaya hidup ramah lingkungan, konsumsi yang bertanggung jawab, dan kepedulian terhadap isu sosial.

Kesadaran kolektif yang dibangun oleh generasi muda dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat yang pada akhirnya mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan.

Namun demikian, peran strategis generasi muda dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan tidak terlepas dari berbagai tantangan.

Keterbatasan akses terhadap modal, rendahnya literasi keuangan, serta kurangnya dukungan kebijakan sering kali menjadi hambatan bagi generasi muda untuk berinovasi dan berkontribusi secara optimal.

Selain itu, masih terdapat kesenjangan antara idealisme generasi muda dan realitas ekonomi yang menuntut keuntungan jangka pendek.

Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem yang mendukung peran generasi muda.

Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menyediakan regulasi dan kebijakan yang mendukung keterlibatan generasi muda dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, seperti insentif bagi usaha ramah lingkungan, program pelatihan kewirausahaan, serta akses pendanaan yang inklusif.

Lembaga pendidikan juga berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai keberlanjutan dan membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Sementara itu, sektor swasta dapat berperan melalui kolaborasi, pendampingan, dan investasi pada inovasi yang digerakkan oleh generasi muda.

Dengan dukungan yang tepat, generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi pilar utama pembangunan ekonomi berkelanjutan. Kreativitas, semangat inovasi, dan kepedulian sosial yang dimiliki generasi muda dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, adil, dan ramah lingkungan.

Oleh karena itu, memberdayakan generasi muda bukan hanya sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berorientasi pada masa depan.

Sebagai penutup, dapat disimpulkan bahwa generasi muda memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Melalui kewirausahaan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi digital, pengembangan ekonomi kreatif, serta peran sebagai agen perubahan sosial, generasi muda mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan yang berkelanjutan.

Dengan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, generasi muda dapat menjadi motor penggerak menuju masa depan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version