
Lampung, Galanggang.id — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa penyaluran bantuan sosial (bansos) ke depan tidak hanya sekadar memberikan bantuan materi, tetapi harus tepat sasaran dan mampu mendorong kemandirian bagi para penerimanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul dalam kegiatan Kolaborasi Program Prioritas Presiden yang berlangsung di Bandar Lampung pada Sabtu (25/4/2026).
Hadir dalam acara ini Wakil Wali Kota Bandar Lampung Deddy Amrullah, Kepala Dinas Sosial Lampung Aswarodi, serta jajaran camat, pendamping PKH, hingga operator kelurahan.
Menurut Gus Ipul, pemerintah kini memprioritaskan pemutakhiran data yang akurat melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Langkah ini diambil guna memperkuat pemberdayaan sosial sebagai instrumen utama dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Gus Ipul memberikan instruksi khusus kepada para petugas di lapangan untuk bersinergi dalam menjaga validitas data kemiskinan.

Ia menilai, keakuratan data adalah kunci suksesnya intervensi pemerintah.
“Pentingnya kolaborasi pemutakhiran data antara operator desa, RT/RW, serta pendamping PKH agar intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran dan optimal,” tegasnya dalam forum tersebut.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan kehadiran para siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 35 Bandar Lampung. Para siswa tampil percaya diri di hadapan Menteri Sosial dengan menunjukkan kemampuan pidato dalam dua bahasa, paduan suara, dan pembacaan puisi.
Gus Ipul mengapresiasi metode pembelajaran interaktif yang diterapkan para guru, yang terbukti mampu membangun karakter dan kepercayaan diri siswa sejak dini. Hal ini dianggap sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan SDM unggul melalui pendidikan yang inklusif dan pemberdayaan sosial yang nyata. (Red)