Close Menu
galanggang.id

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dugaan Mafia Tanah di Balik Sengketa Ulayat Nagari Sikabau dan PT Kalidareh

    28 Juli 2026

    Kwarcab Merangin Sukses Gelar LCTP VIII Tingkat Penegak se-Kwarda Jambi

    27 Juli 2026

    95 Peserta Ikuti TOT Pelatih dan Pembina PBB/Paskibra se-Dharmasraya di Kampus UNDHARI

    27 Juli 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Dugaan Mafia Tanah di Balik Sengketa Ulayat Nagari Sikabau dan PT Kalidareh
    • Kwarcab Merangin Sukses Gelar LCTP VIII Tingkat Penegak se-Kwarda Jambi
    • 95 Peserta Ikuti TOT Pelatih dan Pembina PBB/Paskibra se-Dharmasraya di Kampus UNDHARI
    • Warga Nagari Silago Dharmasraya Resah, Kemunculan Buaya di Sungai Batang Lago Ancam Keselamatan
    • Perkuat Literasi, 198 Siswa Baru SMPN 1 Sungai Rumbai Ikuti Program RELIMA
    • Harga Sawit Dharmasraya Tembus Rp3.912/Kg
    • “Siapa Aku 3 Tahun Lagi?”, Alumni SMAN 1 Koto Baru Motivasi Siswa Baru Lewat Program RELIMA Perpusnas RI
    • Tanamkan Literasi Sejak Dini, RELIMA Perpusnas RI Gelar Reading with Love di Dharmasraya
    Facebook X (Twitter) Instagram
    galanggang.id
    Subscribe
    Rabu, Juli 29
    • Home
    • Nasional
    • Daerah
    • Politik

      Fraksi PKB Sampaikan Enam Poin Pandangan atas Nota Penjelasan Bupati terkait Ranperda APBD Dharmasraya 2026

      20 November 2025

      Kinerja Cindy Monica Berbuah Manis, Renovasi Bendungan Lubuk Sikoci Jadi Angin Segar Bagi Petani Ikan

      19 September 2025

      Akademisi Dodi Widia Nanda Meminta Bupati dan DPRD Meninjau Kembali Perda CSR Dharmasraya

      12 September 2025

      Labeli Pemberitaan “Disinformasi”, Pemkab Dharmasraya Dikritik Mantan Direktur LBH Pers

      7 September 2025

      DPRD Dharmasraya Bantah Tuduhan Pembahasan APBD Tak Sesuai Aturan, Sebut Hanya Masalah Teknis Komunikasi

      27 Agustus 2025
    • Hukum Kriminal
    • Olahraga
    • Budaya
      • Pendidikan
      • Sastra
      • Wisata
    • Opini
    • Kesehatan
    • Viral
    galanggang.id
    Beranda » Efek Geopolitik, Nilai Tukar Rupiah Terancam Tembus Rp 20.400 per Dollar AS
    Nasional

    Efek Geopolitik, Nilai Tukar Rupiah Terancam Tembus Rp 20.400 per Dollar AS

    redaksi galanggangBy redaksi galanggang24 Maret 2026Updated:24 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter WhatsApp Threads Copy Link
    Prediksi nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS/Foto: Ilustrasi AI

    Jakarta, Galanggang.id – Nilai tukar rupiah kini berada dalam sorotan tajam. Di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat, mata uang Garuda dinilai menyimpan kerentanan besar yang berpotensi mendorong pelemahan hingga menembus level Rp 20.000 per dollar AS dalam waktu singkat.

    Pandangan kritis ini muncul sebagai antitesis terhadap narasi pemerintah yang menyebut ekonomi Indonesia tetap solid. Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, menilai Indonesia saat ini sedang terbuai oleh indikator-indikator permukaan.

    “Indonesia terlena atau tepatnya, diterlena oleh narasi bahwa ekonomi Indonesia kuat, cadangan devisa besar, mencapai lebih dari 150 miliar dollar AS, dan struktur utang aman karena didominasi tenor jangka panjang,” ujar Anthony dalam keterangan pers, Senin (23/3/2026), seperti di kutip Kompas.com.

    Meskipun cadangan devisa (cadev) Indonesia tercatat melampaui 150 miliar dollar AS (sekitar Rp 2.400 triliun), Anthony menyebut hal itu tidak mencerminkan kekuatan ekonomi riil yang fundamental.

    Menurutnya, angka tersebut justru sarat dengan beban kewajiban luar negeri.

    “Cadangan devisa Indonesia besar dalam angka, tetapi terisi gelembung akumulasi utang luar negeri, terutama oleh pemerintah dan Bank Indonesia. Dengan kata lain, utang luar negeri tidak digunakan untuk kegiatan produktif, tetapi untuk memperkuat cadangan devisa dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi,” tukasnya.

    Ia menambahkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia, baik dari sisi fiskal maupun moneter, sebenarnya sangat rapuh terhadap guncangan eksternal, terutama konflik geopolitik seperti di Iran yang dapat mengganggu pasokan energi dunia.

    Data historis menunjukkan pola yang mengkhawatirkan, stabilitas rupiah lebih bergantung pada arus modal asing daripada besarnya cadev. Sebagai contoh, pada awal pandemi 2020, cadev merosot 10,7 miliar dollar AS hanya dalam sebulan, yang memicu anjloknya rupiah hingga 20 persen ke level Rp 16.575.

    Memasuki awal 2026, tekanan mulai terasa kembali. Meski pemerintah telah menarik utang luar negeri sebesar 7,1 miliar dollar AS, cadev tetap turun 4,6 miliar dollar AS dalam dua bulan pertama tahun ini.

    Anthony memprediksi depresiasi sebesar 15 hingga 20 persen bukanlah hal yang mustahil.

    “Sejarah menunjukkan kejatuhan rupiah sebesar 25-30 persen pada triwulan ketiga 1997 membuat pemerintah meminta bantuan likuiditas kepada IMF. Ketika respons datang terlambat, krisis valuta sudah membesar. Rupiah tergelincir seperti bola salju yang tidak terkendali,” tegasnya.

    Dengan posisi rupiah saat ini di kisaran Rp 17.000, pelemahan 20 persen dapat menyeret nilai tukar ke angka Rp 20.400.

    Di sisi lain, pemerintah menunjukkan sikap yang jauh lebih optimis. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa gejolak yang terjadi saat ini masih dalam batas kewajaran dan jauh dari kategori krisis.

    Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026), Purbaya memaparkan bahwa depresiasi rupiah pasca-pecahnya konflik global relatif kecil dibandingkan mata uang negara lain.

    “Ada yang bilang rupiah hancur. Tapi kalau kita lihat betul, Pak, itu sejak perang, rupiah itu hanya terdepresiasi sebesar 0,3 persen,” ujarnya.

    Ia juga menunjuk indikator risiko seperti premi Credit Default Swap (CDS) yang stabil sebagai bukti kepercayaan investor internasional.

    “Artinya asing masih percaya ke kita, yang domestik aja yang nggak percaya, Pak,” tuturnya.

    Meski terdapat perbedaan sudut pandang antara pengamat dan otoritas fiskal, stabilitas nilai tukar tetap menjadi tantangan utama Indonesia di tahun 2026, terutama dalam menjaga keseimbangan antara intervensi pasar dan pengelolaan utang luar negeri yang kian membengkak. (Red)

    Dollar Ekonomi Geopolitik Menkeu Rupiah
    Share. Facebook Twitter Email WhatsApp Copy Link
    redaksi galanggang

    Related Posts

    Sebut Sumatera Swarnadwipa, Senator Elviana Dorong Legalisasi Tambang Emas Rakyat

    4 Juli 2026

    Mensos Gus Ipul Instruksikan RT/RW Perketat Data Bansos Agar Tak Salah Sasaran

    26 April 2026

    Pemerintah Terapkan WFH Sehari Sepekan Pasca Lebaran 2026, Targetkan Hemat BBM

    23 Maret 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Top Posts

    Mantan Ketua Himatedha dan Presma BEM KM Nyatakan SikapDukung Paslon Nomor Urut 2, Gibran-Fiona

    11 Desember 20251,454 Views

    Tambang Emas Ilegal Menjamur di Koto Balai Dharmasraya, Masyarakat Berharap APH Turun Tangan

    4 Agustus 2025372 Views

    Erosi Literasi Kritis Di Era Digital: Mengapa Kemampuan Memilah Informasi Semakin Melemah?

    30 Desember 2025207 Views

    Liga IPPGM ke-XIV Segera Bergulir, Bursa Transfer Pemain Bintang Panas!

    29 Juli 2025206 Views
    Don't Miss

    Dugaan Mafia Tanah di Balik Sengketa Ulayat Nagari Sikabau dan PT Kalidareh

    By redaksi galanggang28 Juli 20260

    Dharmasraya, Galanggang.id — Konflik agraria yang melibatkan masyarakat adat Nagari Sikabau dengan PT Kalidareh Bumi…

    Kwarcab Merangin Sukses Gelar LCTP VIII Tingkat Penegak se-Kwarda Jambi

    27 Juli 2026

    95 Peserta Ikuti TOT Pelatih dan Pembina PBB/Paskibra se-Dharmasraya di Kampus UNDHARI

    27 Juli 2026

    Warga Nagari Silago Dharmasraya Resah, Kemunculan Buaya di Sungai Batang Lago Ancam Keselamatan

    24 Juli 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Don't Miss

    Dugaan Mafia Tanah di Balik Sengketa Ulayat Nagari Sikabau dan PT Kalidareh

    By redaksi galanggang28 Juli 20260

    Dharmasraya, Galanggang.id — Konflik agraria yang melibatkan masyarakat adat Nagari Sikabau dengan PT Kalidareh Bumi…

    Kwarcab Merangin Sukses Gelar LCTP VIII Tingkat Penegak se-Kwarda Jambi

    27 Juli 2026

    95 Peserta Ikuti TOT Pelatih dan Pembina PBB/Paskibra se-Dharmasraya di Kampus UNDHARI

    27 Juli 2026

    Warga Nagari Silago Dharmasraya Resah, Kemunculan Buaya di Sungai Batang Lago Ancam Keselamatan

    24 Juli 2026
    Our Picks

    Dugaan Mafia Tanah di Balik Sengketa Ulayat Nagari Sikabau dan PT Kalidareh

    28 Juli 2026

    Kwarcab Merangin Sukses Gelar LCTP VIII Tingkat Penegak se-Kwarda Jambi

    27 Juli 2026

    95 Peserta Ikuti TOT Pelatih dan Pembina PBB/Paskibra se-Dharmasraya di Kampus UNDHARI

    27 Juli 2026

    Warga Nagari Silago Dharmasraya Resah, Kemunculan Buaya di Sungai Batang Lago Ancam Keselamatan

    24 Juli 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp Threads
    • Tentang Kami
    • Iklan dan Kerja Sama
    • Pedoman Media Siber
    © 2026 Portal Berita galanggang.id.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.