Close Menu
galanggang.id

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    RELIMA Dorong Mahasiswa UNDHARI Jadi Penggerak Literasi

    19 September 2026

    UNDHARI Kukuhkan 662 Lulusan, 64 Persen Raih IPK di Atas 3,50

    12 September 2026

    Yafris Oktovendra Pimpin IKA PMII Pessel, Usung Kolaborasi Nyata untuk Daerah

    13 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • RELIMA Dorong Mahasiswa UNDHARI Jadi Penggerak Literasi
    • UNDHARI Kukuhkan 662 Lulusan, 64 Persen Raih IPK di Atas 3,50
    • Yafris Oktovendra Pimpin IKA PMII Pessel, Usung Kolaborasi Nyata untuk Daerah
    • PSGM Cup XIV Memanas, 8 Tim Pastikan Tiket ke Babak 8 Besar
    • Serap Aspirasi di Reses Tahap II, Fadly Aulia Komit Perjuangkan Kesejahteraan Warga Dharmasraya
    • Tiga Pria Diamankan Beruntun, Tim Lupak Satresnarkoba Polres Dharmasraya Bongkar Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Sitiung
    • Jalan Sungai Rumbai – Blok D Sitiung II Diaspal, Fadli Aulia; Ini Harapan Lama Masyarakat
    • Cetak Pembina Pramuka Masa Depan, 225 Mahasiswa FKIP UNDHARI Tuntaskan KMD Selama Sepekan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    galanggang.id
    Subscribe
    Sabtu, September 19
    • Home
    • Nasional
    • Daerah
    • Politik

      Serap Aspirasi di Reses Tahap II, Fadly Aulia Komit Perjuangkan Kesejahteraan Warga Dharmasraya

      8 Agustus 2026

      Fraksi PKB Sampaikan Enam Poin Pandangan atas Nota Penjelasan Bupati terkait Ranperda APBD Dharmasraya 2026

      20 November 2025

      Kinerja Cindy Monica Berbuah Manis, Renovasi Bendungan Lubuk Sikoci Jadi Angin Segar Bagi Petani Ikan

      19 September 2025

      Akademisi Dodi Widia Nanda Meminta Bupati dan DPRD Meninjau Kembali Perda CSR Dharmasraya

      12 September 2025

      Labeli Pemberitaan “Disinformasi”, Pemkab Dharmasraya Dikritik Mantan Direktur LBH Pers

      7 September 2025
    • Hukum Kriminal
    • Olahraga
    • Budaya
      • Pendidikan
      • Sastra
      • Wisata
    • Opini
    • Kesehatan
    • Viral
    galanggang.id
    Beranda » RELIMA Dorong Mahasiswa UNDHARI Jadi Penggerak Literasi
    Pendidikan

    RELIMA Dorong Mahasiswa UNDHARI Jadi Penggerak Literasi

    redaksi galanggangBy redaksi galanggang19 September 2026Updated:19 September 2026Tidak ada komentar6 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter WhatsApp Threads Copy Link
    RELIMA Perpustakaan Nasional RI, Amar Salahuddin menyampaikan materi literasi kepada mahasiswa UNDHARI/Foto: Ist

    Dharmasraya, Scientia.id — Gerakan literasi menemukan ruang baru untuk tumbuh di perguruan tinggi. Di Universitas Dharmas Indonesia (UNDHARI), potensi kampus, organisasi kemahasiswaan, dan kekuatan mahasiswa dipadukan menjadi sebuah model gerakan yang tidak berhenti di lingkungan akademik, tetapi diarahkan untuk memperluas manfaat literasi hingga ke masyarakat.

    Inilah gagasan yang dikembangkan melalui “RELIMA Goes to Campus: Dari Kampus, Menggerakkan Mahasiswa, Menyalakan Literasi Masyarakat”, sebuah inovasi literasi yang digagas dan dikembangkan oleh Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional RI, Assoc. Prof. Dr. Amar Salahuddin, M.Pd., di Universitas Dharmas Indonesia (UNDHARI), Dharmasraya, Sumatera Barat, Sabtu (19/9/2026).

    Bukan sekadar membawa kegiatan literasi masuk ke kampus, RELIMA Goes to Campus mengembangkan kampus sebagai simpul gerakan dan mahasiswa sebagai penggerak.

    Literasi diintegrasikan ke dalam berbagai ruang akademik dan kemahasiswaan yang telah hidup, kemudian mahasiswa dibekali, dilibatkan, dan digerakkan agar manfaat literasi dapat menjangkau ruang yang lebih luas.

    Berbagai agenda seperti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM), Kursus Pembina Pramuka

    Mahir Tingkat Dasar (KMD) bagi mahasiswa calon guru. kegiatan BEM, UKM, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai kegiatan akademik dan pembinaan mahasiswa menjadi ruang strategis untuk mengintegrasikan literasi.

    Materinya pun tidak dibuat seragam, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter sasaran, mulai dari literasi akademik dan digital, membaca kritis, keterampilan menulis dan komunikasi, hingga kemampuan mengolah informasi dan gagasan menjadi karya serta aksi nyata.

    Bukan Membuat Banyak Acara, tetapi Menghidupkan Banyak Ruang

    Amar Salahuddin mengatakan, gagasan RELIMA Goes to Campus berangkat dari besarnya potensi perguruan tinggi yang dapat dioptimalkan sebagai kekuatan gerakan literasi.

    Menurutnya, kampus memiliki mahasiswa lintas disiplin ilmu, dosen, perpustakaan, BEM, UKM, organisasi kemahasiswaan, fasilitas, jejaring, hingga agenda rutin yang dapat menjadi ekosistem untuk memperluas gerakan.

    “Inovasinya bukan pada membuat sebanyak-banyaknya acara literasi. Kami justru ingin membuat literasi hadir di sebanyak-banyaknya ruang yang sudah hidup di kampus. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi peserta; mereka perlu dibekali, dilibatkan, lalu digerakkan menjadi penggerak literasi,” ujar Amar.

    Amar yang juga merupakan Wakil Rektor III UNDHARI Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Humas, dan Kerja Sama menyebut, pendekatan tersebut memungkinkan kegiatan literasi menjadi lebih adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa.

    Mahasiswa kependidikan, kesehatan, teknologi, maupun bidang ilmu lainnya tidak harus menerima bentuk literasi yang sama. Literasi dapat dikontekstualisasikan sesuai disiplin ilmu, kebutuhan, dan ruang aktivitas masing-masing.

    Rektor UNDHARI, Kampus Harus Melahirkan Penggerak

    Assoc. Prof. Dr. Gunawan, Ali, M.Kom. Rektor UNDHARI menyambut positif pengembangan RELIMA Goes to Campus.

    Menurutnya, penguatan literasi merupakan bagian penting dalam membentuk mahasiswa yang kritis, kreatif, adaptif, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

    “Kami mendukung RELIMA Goes to Campus karena perguruan tinggi bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan. Kampus juga harus menjadi tempat lahirnya generasi yang mampu membawa pengetahuan itu menjadi manfaat bagi masyarakat. Literasi menjadi salah satu fondasi penting untuk mewujudkannya,” ungkapnya.

    Dukungan tersebut tidak diarahkan berhenti pada kegiatan di lingkungan universitas. UNDHARI juga membuka ruang pengembangan gerakan melalui KKN Literasi serta penguatan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen dan mahasiswa yang dapat menyasar sekolah, perpustakaan desa/nagari, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), komunitas, dan berbagai simpul literasi lainnya.

    Literasi Bukan Hanya Urusan Mahasiswa Bahasa

    Sementara itu, Wulan Andang Purnomo, M.Kom. Wakil Rektor I UNDHARI menilai pendekatan lintas disiplin menjadi salah satu kekuatan RELIMA Goes to Campus.

    “Kemampuan membaca secara kritis, menulis, mengolah informasi, dan mengomunikasikan gagasan dibutuhkan mahasiswa dari semua bidang ilmu. Karena itu, literasi tidak boleh dipandang hanya sebagai urusan mahasiswa bahasa. Ketika literasi terintegrasi dengan proses akademik dan pengembangan mahasiswa, manfaatnya menjadi jauh lebih luas,” tuturnya.

    Menurutnya, penguatan literasi juga memiliki hubungan erat dengan kualitas akademik mahasiswa. Kemampuan memahami sumber informasi, membangun argumentasi, menulis secara baik, serta mengomunikasikan gagasan merupakan kompetensi yang dibutuhkan mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi maupun ketika terjun ke masyarakat.

    Mahasiswa Merasakan Literasi yang Lebih Dekat

    Bagi mahasiswa, model tersebut membuat literasi tidak lagi terasa sebagai aktivitas yang berdiri sendiri dan kaku, tetapi hadir di ruang yang memang dekat dengan kehidupan mereka.

    Mahasiswa UNDHARI, Mufid, mengungkapkan bahwa mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya literasi, tetapi juga memperoleh ruang untuk mengembangkan kemampuan dan terlibat secara langsung.

    “Kami tidak hanya diajak membaca atau mendengar materi. Kami dilatih menulis, menyampaikan gagasan, berkomunikasi, dan terlibat dalam kegiatan. Dari sini kami memahami bahwa mahasiswa juga bisa menjadi bagian dari gerakan literasi dan membawanya ke masyarakat,” ujarnya.

    Hal senada disampaikan Radhita. Menurutnya, literasi yang hadir melalui aktivitas mahasiswa membuat pesan dan praktik literasi lebih mudah diterima.

    “Literasi menjadi dekat dengan kehidupan kami. Bukan hanya tentang buku, tetapi bagaimana kami berpikir kritis, memahami informasi, berani menyampaikan gagasan, menghasilkan karya, dan kemudian memberi manfaat kepada orang lain,” katanya.

    Dari “Literasi untuk Mahasiswa” Menjadi “Literasi Bersama Mahasiswa”

    RELIMA Goes to Campus juga ditopang oleh ekosistem yang tersedia di UNDHARI, mulai dari sumber daya dosen dan mahasiswa, perpustakaan, organisasi kemahasiswaan dan UKM Literasi, dukungan anggaran Bidang Kemahasiswaan dan UKM Literasi, fasilitas akademik, kendaraan operasional dan bus kampus, hingga 16 gedung asrama mahasiswa.

    Sebagai kampus berasrama, UNDHARI memiliki potensi besar untuk menjadikan literasi bukan hanya bagian dari aktivitas di ruang perkuliahan, tetapi juga tumbuh dalam kehidupan keseharian dan interaksi mahasiswa.Model RELIMA Goes to Campus pun relatif sederhana untuk dikembangkan.

    RELIMA membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi, memetakan kebutuhan mahasiswa, mengintegrasikan literasi ke dalam agenda yang telah berjalan, membekali dan melibatkan mahasiswa, kemudian mendorong mahasiswa membawa praktik baik literasi menuju masyarakat.

    Karena berbentuk model dan pendekatan, inovasi tersebut juga memungkinkan untuk diadaptasi oleh perguruan tinggi di daerah lain. Bentuk kegiatannya tidak harus sama.

    Kampus kependidikan dapat memperkuat literasi sekolah, kampus kesehatan dapat mengembangkan literasi kesehatan, kampus teknologi dapat memperkuat literasi digital, sementara perguruan tinggi lainnya dapat menyesuaikan dengan bidang keilmuan dan kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing.

    Bagi Amar, tujuan akhirnya bukan sekadar memperbanyak kegiatan. “Kami ingin bergerak dari ‘literasi untuk mahasiswa’ menjadi ‘literasi bersama mahasiswa untuk masyarakat’.

    Kampus menjadi simpulnya, mahasiswa menjadi penggeraknya, dan masyarakat menjadi ruang tempat manfaat literasi itu diperluas,” tegasnya.

    Dari Dharmasraya, RELIMA Goes to Campus membawa satu pesan kuat: literasi tidak harus selalu menciptakan ruang baru. Terkadang, yang dibutuhkan adalah menghidupkan ruang-ruang yang sudah ada, menghubungkannya, lalu melahirkan lebih banyak penggerak.

    Dibekali, Dilibatkan, Digerakkan. Mengabdi. Lalu melahirkan penggerak berikutnya. Itulah denyut RELIMA Goes to Campus UNDHARI, dari kampus, literasi bergerak menuju masyarakat. (Red)

    Kampus Literasi Relima Undhari
    Share. Facebook Twitter Email WhatsApp Copy Link
    redaksi galanggang

    Related Posts

    UNDHARI Kukuhkan 662 Lulusan, 64 Persen Raih IPK di Atas 3,50

    12 September 2026

    Kwarcab Merangin Sukses Gelar LCTP VIII Tingkat Penegak se-Kwarda Jambi

    27 Juli 2026

    95 Peserta Ikuti TOT Pelatih dan Pembina PBB/Paskibra se-Dharmasraya di Kampus UNDHARI

    27 Juli 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Top Posts

    Mantan Ketua Himatedha dan Presma BEM KM Nyatakan SikapDukung Paslon Nomor Urut 2, Gibran-Fiona

    11 Desember 20251,454 Views

    Tambang Emas Ilegal Menjamur di Koto Balai Dharmasraya, Masyarakat Berharap APH Turun Tangan

    4 Agustus 2025374 Views

    Erosi Literasi Kritis Di Era Digital: Mengapa Kemampuan Memilah Informasi Semakin Melemah?

    30 Desember 2025209 Views

    Liga IPPGM ke-XIV Segera Bergulir, Bursa Transfer Pemain Bintang Panas!

    29 Juli 2025206 Views
    Don't Miss

    RELIMA Dorong Mahasiswa UNDHARI Jadi Penggerak Literasi

    By redaksi galanggang19 September 20260

    Dharmasraya, Scientia.id — Gerakan literasi menemukan ruang baru untuk tumbuh di perguruan tinggi. Di Universitas…

    UNDHARI Kukuhkan 662 Lulusan, 64 Persen Raih IPK di Atas 3,50

    12 September 2026

    Yafris Oktovendra Pimpin IKA PMII Pessel, Usung Kolaborasi Nyata untuk Daerah

    13 Agustus 2026

    PSGM Cup XIV Memanas, 8 Tim Pastikan Tiket ke Babak 8 Besar

    8 Agustus 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Don't Miss

    RELIMA Dorong Mahasiswa UNDHARI Jadi Penggerak Literasi

    By redaksi galanggang19 September 20260

    Dharmasraya, Scientia.id — Gerakan literasi menemukan ruang baru untuk tumbuh di perguruan tinggi. Di Universitas…

    UNDHARI Kukuhkan 662 Lulusan, 64 Persen Raih IPK di Atas 3,50

    12 September 2026

    Yafris Oktovendra Pimpin IKA PMII Pessel, Usung Kolaborasi Nyata untuk Daerah

    13 Agustus 2026

    PSGM Cup XIV Memanas, 8 Tim Pastikan Tiket ke Babak 8 Besar

    8 Agustus 2026
    Our Picks

    RELIMA Dorong Mahasiswa UNDHARI Jadi Penggerak Literasi

    19 September 2026

    UNDHARI Kukuhkan 662 Lulusan, 64 Persen Raih IPK di Atas 3,50

    12 September 2026

    Yafris Oktovendra Pimpin IKA PMII Pessel, Usung Kolaborasi Nyata untuk Daerah

    13 Agustus 2026

    PSGM Cup XIV Memanas, 8 Tim Pastikan Tiket ke Babak 8 Besar

    8 Agustus 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp Threads
    • Tentang Kami
    • Iklan dan Kerja Sama
    • Pedoman Media Siber
    © 2026 Portal Berita galanggang.id.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.